Hari ini, tepat ketika aku melihat sebuah kenangan yang masih kukenang setelah kejadian 4 tahun silam. Ya, tepatnya ketika adik kecilku pergi meninggalkan kami semua, bukan pergi untuk sementara, tapi ia pergi untuk selamanya tanpa pamit sedikitpun. Ia menunggu kedatanganku pulang kerumah hanya agar aku dapat melihat wajah terakhirnya. Sudah lama kututup lembaran yang kujadikan sejarah dalam hidupku itu. Namun, tadi pagi, tepatnya sebelum aku berangkat ke kampus, aku melihat seorang anak kecil didalam mobil yang sedang tersenyum padaku. Sontak aku ingin berteriak "dek faa" karna wajahnya yang mirip dan membuat batin ini sedikit teriris dan kembali teringat dengan kejadian 4 tahun yang silam. Aku tak tahu apa arti semua ini. Namun, mungkin ia sedang sedih diatas sana melihat ku yang mungkin sekarang mulai sedikit melupakannya, walaupun padahal tak bermaksud demikian. Sebelum bertemu dengan anak yang mirip dengan adikku, malamnya aku bermimpi tentang cerita dulu, saat aku menjaga adik kecilku sewaktu sakit dan bermimpi segala tentangnya. Tak tahu sampai kapan rasa ini akan kurasakan, yang jelas aku masih belum menerima kepergian adik kecilku. Hal itulah yang membuatku sekarang menjadi seseorang yang senang bermain dengan adik kecil. Karna aku mengganggap bahwa rafa ku hidup kembali saat aku bermain dengan anak kecil.
Sering orang bertanya, mengapa aku suka bermain dengan anak kecil, namun aku yang tak pandai menjelaskannya terkadang hanya diam dan tersenyum menanggapi perkataan mereka bahwa melelahkan bermain bersama anak kecil, terutama anak kecil yang suka rewel ,bandel dan cengeng. Namun, di balik pertanyaan itu , aku punya alasan tersendiri untuk mempunyai alasan berbeda dari mereka.
Dari sinilah kita belajar bahwa terkadang persepsi seseorang bisa berbeda berdasarkan sudut pandang yanh berbeda pula.