Kei itu nyebelin, ia selalu menggangguku ketika aku sedang menggambar. Tak hentinya ia mengaitkan kukunya yang panjang di papan dada bahkan mengigit gigit kecil sketch book ku. Ia terus saja mengaggu hingga aku tak jadi menggambar. Mungkin ia ingin aku bermain dengannya.
Kami sering sekali bermain bola, menonton drama korea, melihat mv oppa - oppa ganteng, dan makan bersama. Ia selalu megangguku ketika aku sedang tidur, begitu pun aku yang selalu menganggunya ketika tertidur. Ia akan mulai marah dengan mengeluarkan teriakan miaw nya lalu mencoba mencakar lenganku yang lebih cepat dari gerakan tangannya. Hal itu membuat kami seperti sedang beradu tinju. Hehe.
Setiap pagi ia selalu menjadi orang yang paling cerewet untuk menjadi orang pertama yang sarapan. Padahal aku sendiri belum sarapan.
Lalu ia menjadi begitu hyperactive selalu loncat kesana kemari , seperti seorang ninja yang sedang beraksi. Apalagi ketika aku sedang menyapu dan megepel ia akan mengejar lap pel kemana pun lap pel itu pergi, lalu mencakar –cakarnya.
Kadang ia suka bersembunyi di bawah tangga dan mengagetkan ku dengan memeluk kakiku ketika aku turun.
Rasanya aku kesal sekaligus gemas.
Aku bertemu dengan key sekitar sebulan yang lalu atau mungkin lebih, aku sungguh tak ingat tanggal berapa itu. Aku hanya ingat jika itu adalah hari kamis.
Setiap hari kamis pagi, biasanya aku dan mamahku akan berjalan – jalan menuju ke pasar jongkok yang berada tak jauh di sekitar rumahku dan ketika pulang, ada dua ekor kucing kecil sebesar kepalan tangan yang terus mengikuti kami. Salah satunya berbulu hiris, atau hitam ke abu – abuan dan satu lagi berbulu putih dengan corak orange dan hitam, kucing yang berwarna putih dengan corak hitam dan orange itu terus mengikuti kami cukup jauh, sementara kucing yang satunya lagi tidak. Karena kasihan aku pun memutuskan untuk membawanya pulang.
Awalanya ibuku tidak setuju karena ia tahu betul jika kucing yang masih kecil itu biasaya suka boker dimana. Namun pada akhirnya aku terus merawatnya, meskipun ia tetap suka boker dimana - mana.
Aku pun memberi nama kekei pada awalnya, tapi gak jadi deh soalnya aku baru ingat jika nama anak di sebelah juga namanya kekei, aku pun mengganti namanya menjadi key saja. Ya seperti sebuah kunci, kunci yang dapat mengubah pandangan seseorang.
Key kecil begitu pemalu, ia bahkan tidak berani untuk bersentuhan denganku, untuk makan dan minum saja ia masih malu. Berbeda sekali dnegan sekarang yang malu – maluin, apalagi jika ada teman cowoku datang ke rumah, ia manja banget pengen di elus di sayang di pangkuannya. Sok ijud deh wkwkwk
Seiring berjalannya waktu kami jadi sangat dekat, keluargaku jadi sangat menyukai key termasuk ibu dan kaka perempuanku yang tidak suka kucing. Kadang suka berat kalo ninggalin dia saat aku ada latihan atau kegiatan. Kata mamah, saat key mendengar suaraku datang, ia akan segera berlari cepat dan menyambutku. Lalu ia akan mengelilingi kakiku, lalu aku akan menggendongnya di pangkuan hingga ia tertidur nyenyak.
Aku suka melihatnya tertidur, karena ia terlihat manis kalo tertidur.
Namun tidak kali ini…
Hampir seharian ia tertidur, aku pun mencoba menjahilinya supaya ia marah dan kami mulai melakukan tinju yang biasa kami lakukan. Tapi saat ini ia hanya tertidur lemas sambil memandangku, perut buncitnya pun mengecil, dan ia terlihat lemas sekali, ku sentuh perutnya, pipinya, kumisnya, kepalanya semuanya panas. Aku jadi khawatir. Ia bahkan tidak mau makan ataupun minum, namun ia selalu memuntahkan cairan berlendir kuning. Ia jadi banyak diam , tidak mengatakan apapun seperti biasanya.
Aku sungguh sangat khawatir. Aku pun menggendongnya dan segera membawanya ke dokter hewan, namun setelah sampai di sana dokternya sedang libur. Aku pun pergi ke petshop untuk mencari obat, namun entah kenapa obatnya habis. Begitu pun dI toko lain. ah kenapa bisa kosong pada hari ini coba?
Aku kesal, namun aku mencoba mencari cara lain. aku memberikannya madu dan susu murni sedikit – sedikit meskipun ia terlihat begitu malas sekali untuk membuka mulutnya. Dan tadi ia kembali memuntahkan cairan kuning berlendir itu lagi.
Ku harap keadaanya akan semoga membaik.
Mohon doanya ya semua.