Bukankah waktu akan terus berjalan tampa menunggu
Bukankah setiap cerita yang lalu akan usai dan dilanjutkan dengan cerita yang baru
Bukankah setiap aksara hanya akan menjadi kerangka masa lalu
Dikemudian masa kita hanya akan menertawakan rasa yang pernah ada
Atau malah menangisi setiap kisah yang tak terlupa
Yang hadir dalam kehidupan setiap perannya menjadi pengalaman yang hakiki dalam tulisan
Yang pernah hadir dalam hati adalah sebuah kepingan rasa yang tak Abadi
Betapa angkuhnya kita pernah menggantungkan harapan sehingga lupa dengan skenario tuhan.
Kau, Aku, dia dan mereka
Kita pernah mencintai dan dicintai
Sebelum yang sejati hadir menjadi separuh kehidupan
3 surat sudah cukup untuk menjadi cerita dimasa remaja
3 pemeran sudah cukup untuk menjadi sandaran Drama
1 cinta sudah cukup untuk menceritakan bahwa dahulu kita pernah muda
Untuk apa lagi mencari tempat Sandaran permainan berikutnya
Sedangkan usia sudah hampir berkepala dua
19 tahun bukan lagi Anak remaja
Cinta pertama hanyalah penghias sementara
Karna yang selama2nya abadi adalah pemeran yang hakiki
Tak ada yang harus kita tangisi
Tak ada yang harus kita sesali
Karna setiap yang berlaku adalah takdir rabbi
Perjalanan hidup masih panjang
Arah perjuangan masih terambang
Dan impian masih setengah pengembaraan
Ketika kematian menjadi tamu yang pasti
Untuk apa menyusun rencana kepada hal yang tak tau pasti.
Jika untuk membahagiakan satu surga belum kau sanggupi
Lalu untuk apa menunggu surga yang baru untuk kau pindahi
Yang harus ku tau hari ini
Pada masanya aku akan berhenti mencintai
Meskipun aku tak pernah tau kapan masa itu akan menemui
Karna,
Kelak yang pertama kali berdiri di pintu rumahmu dan memintamu itulah cinta terakhirmu, cinta yang sebenar-benar cinta yang harus kau cintai.
Al-bab 22 april 2018
#BLK_30