Syalimah bergembira karena suaminya mengatakan bahwa ia akan memberinya hadiah kejutan, syalimah tak tahan dan ia berkata " aihh.. Janganlah bersenda mas, kita ini orang miskin, orang miskin mana pernah mengenal yang namanya kejutan "" mereka pun tersenyum sama-sama sang suami menatap sang istri. " kejutan-kejutan begitu, kebiasaan orang kaya. Orang macam kita ini mana mangenal yang namanya kejutan, saban hari terkejut. Datanglah kepasar kalau mas tidak percaya "" kata sang istri.
Nama suaminya kita katakan saja Zamzami, ia tau betul maksud dari perkataan istrinya tadi, dengan harga-harga barang selalu membuat mereka terperanjat.
"" telah lama kau meminta nya kepada ku "" kata Zamzami dengan lembut.
Syalimah kian ingin tau. Waktu mengantar Zamzami di perkarangan rumah nya dan menyampirkan bungkus rentang bekal makanan di setang sepeda, ia bertanya lagi, Zamzami tetap tidak menjawab.
Zamzami mengajajak Syalimah melihat-lihat bendungan air yang ada di dekat rumah nya, " apa mas tidak bekerja " kata Syalimah. " tidak " kata Zamzami.
Sampainya mereka disana, mereka hanya diam dan memandangi permukaan danau yang tenang. Tak berbicara satu kata pun, seperti masalalu mereka dulu yang sering bertemu disini.
Keesokan harinya Zamzami berangkat kerja dan Syalimah tidak memikirkan lagi tentang kejutan itu,kejutan yang pernah di ucapkan Zamzami,bahkan Syalimah lupa pernah meminta apa pada Zamzami.
Delapan belas tahun mereka berumah tangga, baru kali ini suaminya memberikan ia kejutan semua hal. Dalam keluarga mereka yang sederhana, amat gampang diduga, penghasilan yang hanya beberap puluh ribu rupiah saja, cukup untuk membeli makan beras beberapa kilogram untuk menyambung hidup beberapa hari, suamuanya di pahami Syalimah di luar kepala. Tak ada rahasia, tak ada yang biasa dan tak ada harapan yang muluk-muluk.
Sejak mengenal Zamzami, Syalimah tau ia akan bahagia hidup dengan lelaki yang sangat ia cintai, meski ia juga mahfum, ada satu hal yang selalu ia harus ia hindari yaitu meminta dibelikan apapun, sebab lelaki baik yang dicintainya hanayalah lelaki miskin yang berasal dari keluarga pendulang timah. Sebaliknya, Syalimah tak perlu dibelikan harta benda karna ia telah punya Zamzami dan itu lebih dari cukup.
Menjelang tengah hari saat Zamzami telanh berangkat kerja, datanglah sebuah mobil pikap berhenti di depan rumah mereka. Dua lelaki mengangkat benda yang di bungkus dengan terpal dan mereka membawanya masuk kedalam rumah, Syalimah bertanya-tanya dan sang si petugas pengantar barang ini tak mau menjawabnya mereka hanya berkata ""malam ini ada pasar malam bul. ""
Syalimah memandangi benda itu dengan hati yang gugup, tetapi rasa gembira juga ada, pasti benda ini yang dimaksud oleh Zamzami dengan kejuta, kata Syalimah dalam hatinya.
Syalimah tak tau harus berbuat bagaimana lagi karna saking senangnya ia mendapatkan kejutan.
Syalimah tak tahan untuk segara tau apa yang telah dibelikan oleh Zamzami untuknya,lalu ia membuka terpal itu dan Syalimah melihat bahwa kejutan yang di berikan oleh Zamzami kepada nya adalah sepeda Sim King made in RRC,Syalimah pun terhentak, ia tak menyangka Zamzami menghadiahkan ini kepada nya.
Syalimah meminta ini sudah empat tahun yang lalu, itupun sesungguhnya bukan di minta oleh Syalimah tetapi saat waktu ia mengandung anak kedua mereka, Syalimah berkisah pada Zamzami, betapa dulu ia bahagianya sering diboncengi oleh almarhum ayah nya.
Syalimah tak tahan air matanya yang terus membasahi pipinya ia sangat bahagia dan tak menyangka bahwa Zamzami membelikan itu kepadanya, ia sangat bahagia.
Kemudian, Syalimah tak sabar menunggu Zamzami pulang kerja, ia berdiri di ambang jendela tak lepas memandangi langit-lagit yang mendung dan ujung jalan yang kosong,tak lama kemudian datanglah seorang lelaki ia adalah rekan kerja nya Zamzami, ia langsung masuk ke rumah Syalimah dengan badan yg gemetar ia mengatakan kepada Syalimah, bahwa telah terjadi kecelakaan di tempat kerja dan Zamzami tertimbun tanah dan ia telah meninggal dunia, Syalimah terpaku di tempatnya dan berdiri, nafasnya tercekat dan ia tak bisa berbuat apa, padahal ia baru saja merasakan kebahagiaan yang telah di berikan oleh Zamzami namun sekarang berubah dengan tangisan duka,.
"" seseorang yang sungguh-sungguh mencintaimu, pasti ia akan selalu membuat mu bahagia""