Begitu kalimat yang terbaca tanpa sengaja, tertulis rapi dibagian belakang mobil truk yang melintas di jalan bireuen-takengon. Mungkin juga tulisan-tulisan semacam itu lagi ngetren diantara para pemilik mobil truk.
Saya tersenyum sendiri membacanya, mengikuti mobil itu dari belakang dan mencoba mendekat sedekat mungkin, mengambil resiko yang fatal lalu mengeluarkan smartphone dan mencoba memotret tulisabln itu, namun cahaya dibagian samping kiri dan kanan membuat tulisan dalam gambar tak terbaca.
Sedikit kecewa, lalu mengekor mobil itu lewat belakang, sembari berharap dia singgah untuk mengisi bahan bakar di SPBU yang akan saya lewati. Namun, mobil itu sepertinya masih cukup bahan bakar sehingga tak berhenti ditempat yang daya harapkan, masih ada harapan gumam saya, ya, di lampu lalu lintas, harapan saya sia-sia ternyata saat lampu lalu lintaspun dia melaju karena lampu hijau menandakan jalan lagi. Saya pun mencoba membuat spekulasi tentang tulisan tersebut, bermodalkan nalar yang sedikit liar.
Hidup adalah . . .
Isi saja titik-titik di atas.
Beragam arti dan jawaban dari isi titik-titik itu, cara kita memaknai hidup akan berimbas pada pola pikir kita, pola pikir akan mempengaruhi tindakan dan tindakan akan menghasilkan hasil yang sesuai apa yang anda lakukan.
"Hidup adalah permainan dan senda gurau belaka, begitu tertulis dalam kitab suci, dan kehidupan didunia adalah kesenangan yang semu."
Permainan, memainkanlah peran sebaik mungkin dalam kehidupan kita. Jangan lupakan untuk apa kita diciptakan.l dan kemana kita akan kembali (akhir dari kehidupan).
Perkosa menundukkan dengan kekerasan; memaksa dengan kekerasan; menggagahi; merogol[1]
Kembali pada kata yang saya terbaca tadi "Terkadang hidup ini seperti diperkosa, enak gak enak, nikmati saja." Kata yang unik dan seakan lucu, kepasrahan dalam hidup begitulah makna yang bisa saya ambil karena seberat apapun sang pemilik hidup mengeluh, menangis toh kehidupan harus tetap dijalani. So, mau tidak mau jalanilah hidup dengan taat dan berusahalah dan serahkan hasil akhir pada sang pemilik kehidupan ini, dan bersyukurlah karena hanya itu yang mampu membuat semua terasa nikmat.
Hidup boleh seperti diperkosa namun kenikmatan itu tak akan ada jika tak dinikmati, bagaimana bisa nikmat jika kehidupan tidak seperti diinginkan, namun ingat bek gadoeh manusia berencana tuhan menentukan, menurut kita itu baik belum tentu oilihan kita yang terbaik, hanya Allah yang maha tahu.
Semangatlah menjalani kehidupan ini, buatlah kehidupan anda berarti.
Selamat hidup kawan, jangan sampai diperkosa oleh kehidupan. :)