Kuberkaca pada dinginnya malam, melihatmu hari ini seperti mengikis beberapa helai daun yang mulai meninggalkan ranting.
berbisik pada angin, memenjarakan rindu dalam balutan awan putih tak berdosa, kali ini aku tersipu malu dengan mataku sendiri, melihatnya berdampingan dengan daun muda.
malam, tiada kata yang terkikis menuju subuh, mungkin rasa inilah yang mulai tumbuh namun tak terbalaskan.
malam. selamat menuju subuh.