Saya sudah berkubang di steemit lebih kurang 3 bulan lamanya, terhitung sejak Juli 2017. Saya lupa mengenai tanggal dan hari kapan saya pertama mendaftar dan juga diterima di social media platform ini.
Lebih kurang 3 bulan bergabung, saya melihat banyak hal, dan saya sadar satu hal bahwa untuk meraup dolar di sini bukanlah perkara gampang, semuanya tidak semudah seperti kata orang yang mengajarkan kita pertama kali. “Kita hanya perlu mengupload dan menulis artikel saja di sini dan pundi-pundi dolar akan masuk dengan sendirinya." Kurang lebih begitu kalimat yang diucapkan oleh hampir semua steemian senior kepada junior atau pemula.
Nyatanya, pepatah lama kembali menunjukkan kesaktiannnya “Siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapat”. Di steemit kita tidak harus merasa cukup dengan mengupload artikel semata, kita perlu lebih. kita harus membangun jaringan, konsisten pada topic apa yang akan kita tulis, dan yang paling penting adalah, jauhkan sikap iri hati ketika melihat orang lain mendapat lebih. Lihatlah sisi positif, mungkin usaha yang mereka kerahkan sedikit lebih besar ketimbang milik kita.
Mungkin itu hanyalah pepatah, bukan hadits apalagi ayat suci, yang tingkat kebenarannya sudah tidak diragukan. Namun, pepatah bukanlah kembang gula sastra, ia bukan kata-kata yang keluar begitu saja. Untuk melahirkan sebuah kata bijak seperti yang saya sebut di atas, kita haruz berpeluh keringat dan butuh sakitnya berakit-rakit ke hulu untuk bisa merasakan betapa nikmatnya berenang di tepian.
Perjalanan saya di steemit, mungkin bisa saya ibaratkan seperti anggrek. Bunga nasional Indonesia tersebut memerlukan waktu yang lama untuk bisa menghadirkan keindahan bunganya. Pun demikian dengan saya, memulai segalanya dari nol dan berjalan setapak demi setapak. Saya tidak pernah berhenti ketika lelah mulai menghampiri, namun saya hanya menurunkan tempo.
Selama perjalanan tersebut, saya melihat banyak kejadian, bertemu dengan orang-orang hebat yang membuat lelah sirna dan bara semangat kembali menyala. Saya belajar banyak dari mereka, tidak hanya dari kesuksesan yang mereka raih, melainkan dari kegaglan yang pernah mereka tuai.
Pada kesempatan ini, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada abang kandung saya & saudara saya bg
, yang dengan suka rela mengajarkan saya steemit. Terima kasih tiada tara kepada dua curator ganteng Indonesia abang
& abang
yang selalu setia membangun dan memperkenalkan steemit di Indonesia, terima kasih untuk setiap tetes inspirasi yang kalian berikan.
Terima kasih juga kepada bg , sang penulis idola saya. Terima kasih karena selalu mensupport dan membuat saya percaya diri ketika memegang pena. Serta terima kasih tak terhingga kepada 500 follower yang luar biasa, yang telah menemani saya selama 3 bulan lebih perjalanan menapaki steemit. Hadirmu adalah penyemangat hari-hariku, kawan.
And the last but not least, saya ingin mengucapkan terima kasih walaupun saya rasa kata tersebut tidak akan sanggup untuk membalas apa yang telah ia berikan kepadaku. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang selalu setia menunggu dan menanti setiap artikel yang kubagi. Terima aksih kawan, terima kasih walau ini tidak cukup atas apa yang telah engkau berikan selama ini.
Akhir kata saya ingin mengingatkan khususnya kepada pemula, janganlah melihat steemit karena dolarnya, ketika kita hanya melihat uangnya saja, maka percayalah hanya dalam hitungan hari kalian akan angkat kai dengan sendirinya karena kita tak kunjung mendapat banyak. Hal itulah yang membuat banyak pemula menyerah sebelum gong pertempuran dibunyikan. Saya hanya ingin mengingatkan, teruslah berkarya, percayalah indah pasti akan tiba pada waktunya.
Terima kasih & Terus Berkarya