Risman Rachman memang pribadi yang uniqly. Betapa tidak, dalam riwayat panjang kehidupannya ia tetap menjadi sosok bersahaja, berteman dengan siapa saja, khususnya dengan kalangan muda kreatif dan energik.
Bahkan ketika ia di bully ia tetap bersahaja dan dengan sayap kelembutannya terus terbang menembus turbulensi. Baginya, lawan bukan musuh, tapi teman yang belum sama frekuensi pemikiran sahaja.
Saya merekam jejak Sang CEO, bukan dengan tinta melainkan dengan kekaguman seorang yang dipanggil olehnya Adinda tanpa basa basi apalagi sekedar menyenangkan hati belaka. Oh ya, jangan coba-coba menatap matanya, sebab cahaya putih yang sudah melingkari bola mata hitamnya adalah cahaya perdamaian yang tidak padam.