Sudah lama hati ini tertutup, namun hadirmu pada saat itu membuat hatiku tertegun lagi.
Pertama kali aku mengucap terima kasih untukmu telah mengucap selamat untuk ulang tahunku ya walaupun dirimu bukan untuk diriku.
Pada malam itu kita masih seperti biasa sayang, mengucap selamat pada setiap malam, penuh canda, romantis. Wajar saja karena sedang di mabuk asmara.
Beberapa menit kemudian seakan-akan hatiku hancur, remuk dan patah setelah kau kirimkan gambar yang menjadi targetku selama ini rupanya di rebut oleh orang lain.