Tulisan ini saya arahkan kepada aktivis kampus yang bermental penjilat nan gila jabatan tentu sangat bernafsu diakui oleh khalayak ramai dengan berbagai pencitraan. Ketika hari besar telah tiba maka mereka berbondong-bondong melayangkan poster bertuliskan selamat hari bla bla bla, tak lupa di ujung poster dicantumkan wajah dia sebesar-besar gaban beserta nama + jabatannya walaupun hanya sebatas anggota. Kadang saya suka heran mengapa tidak mengucapkan hari besar ini secara beramai-ramai saja, lantas kenapa secara individu, apakah ini rasa egois dalam menonjolkan diri sendiri?
*(ini mungkin sindiran) *
Padahal aktivis adalah jembatan masyarakat sipil sebagai menyuarakan aspirasi bukan malah bukan malah menjilati untuk sesuap nasi. Apakah hanya dengan segelas sanger mereka mampu membungkam mahasiswa?
Dari sekarang kita bisa lihat bahwasanya sekarang ini adalah cerminan masa mendatang, jika mereka pemimpin bangsa masa depan sungguh malang nasib negeri. Dan percayalah yang seperti itu hanyalah segelintir orang dan semoga sang pencipta merobah pola pikir mereka yang ketika mendapatkan sesuatu ada tumbal dibelakangnya.