Jam sudah menunjukkan pukul 23.22 pada sabtu tanggal 18 oktober 2017. Baru sebentar merebahkan tubuh yang mulai lelah dan ingin lelap dalam sunyinya malam, tiba-tiba sebuah pesan Whatsapp masuk ke HP Samsung yang mulai renta ini. Pesan dari salah satu steemians.
"Maaf saya mengganggu, taukah anda banyak hal tentang steemit dan pengaruh penurunan harga steem dan sbd? " tanya nya (seorang yang saya kenal mempunyai latar belakang pendidikan magister).
Memang steemit bukan hal yang baru dalam kehidupan saya, banyak hal telah terlewati penuh suka dan duka dengan beberapa sahabat saya, ,
,
,
,
,
,
,
, dll sampai saat ini, namun bukan berarti memahami steemit lebih detil, apalagi tentang sistem dan penurunan harga, dan ini menjadi alasan utama enggan menyikapi pertanyaan teman saya, ya sebut saja namanya KM.
Sampai saat ini saya belum memahami steemit seperti halnya pengguna lainnya, memahaminya perlu membangun komunikasi yang intens dengan berbagai steemians mancagara dan lokal, keterbatasan menguasai bahasa asing menjadi faktor utama saat itu dan sampai saat ini. Kemudian pengguna steemit tahun pertama launching masih memiliki jumlah pengguna yang terbatas, buktinya jika mengklik new di profil, hanya belasan pengguna saja yang membuat postingan.
Seiring berjalan waktu populasi steemians terus meningkat dan tidak terbendung, ini merupakan perubahan positif, sesama steemians dapat berinteraksi, apalagi dengan munculnya tagar indonesia. Banyak pengguna steemit baru, mampu menterjemahkan steemit dengan baik, dan itu semua berkat keinginan menggali informasi secara terus menerus.
Tak lama berselang setelah pesan Whatsapp yang pertama masuk, kini kembali KM mengirimkan pesan, dia menuliskan "apakah penurunan harga steem salah satunya dipengaruhi oleh faktor maraknya plagiasi? "
Saya tersenyum membaca pesan tersebut, ingin rasanya mencoba membalas pesannya, namun keterbatasan informasi yang saya ketahui membuat saya lebih memilih diam.
Sebelumnya saya dan sahabat memang tidak fokus mempelajari sistem yang dijalankan steemit dan aturan-aturannya. Kami hanya membuat postingan 1 sampai 3 konten setiap harinya dengan metode sederhana, menggunakan tagar photography dengan sedikit penjelasan gambar, bahkan hanya 1 lembar photo saja dan sebaris tulisan, selanjutnya bidang culture, dan food atau recipe, alhamdulillah blocktrades pun rutin mengunjungi hampir setiap harinya.
Bahkan secara pribadi melihat steemit gak seribet sekarang, yang harus menulis dengan baik dan tertata seperti layaknya sebuah karya profesional. Terus terang saat itu saya tidak mampu menulis walaupun 1 paragraf sekalipun.
Meskipun malam semakin larut, isi whatsapp tadi menjadi tanda tanya dalam heningnya malam. Ini terlalu dilebihkan dan tidak ada kolerasi antara penurunan nilai steem dan plagiarisme. Setau saya plagiat dapat merusak citra akun dan tagar yang digunakan. Penurunan nilai erat kaitan dengan deposit steem yang minim.
Biarlah mereka beranggapan demikian, dengan pemahaman dan kesombongannya, sementara aku hanya dapat menikmati tanpa ada rasa saling menggunjing dan hidup berdampingan. Manusia diberikan kelebihan masing-masing dan steemit suatu saat akan tinggal kenangan.