Aku teringat akan sebuah film si Dilan dan Milea, kisah cinta mereka yang sangat unik dan dipenuhi kelucuan yang romantis. Bukan hanya kisah cinta mereka saja yang aku suka, aku juga senang dengan sikap si Dilan saat melawan seorang bapak guru yang suka mencari masalah dengan para murid. Karena hal itu sering ku alami saat masa duduk di bangku MTs dan SMA.
Sekitar dua bulan yang lalu, setelah meet up Komunitas Steemit Indonesia di Kota Cimahi, Jawa Barat, aku memilih berangkat ke Jakarta, di sana aku diajak seorang teman wanita untuk menonton film "Dilan; dia adalah Dilanku 1990" di Tangerang City Mall. Rasa penasaranku akan bagaimana cerita film Dilan itu hilang begitu saja setelah menontonnya dengan ditemani seorang wanita cantik yang bodinya semampai hampir mirip dengan Dewi Persik, temanku yang sekarang tinggal di Tangerang. Tapi, aku masih sangat dibuat penasaran akan bagaimana rupanya si penulis novel Dilan, yang katanya Dilan itu berasal dari Pidie, Aceh.
Setelah mencarinya di Google, baru aku tahu penulis novel Dilan itu adalah Pidi Baiq, seorang yang bergaya biasa saja, berteman dengan siapa saja, dan hidupnya penuh dengan lelucon. Pantas saja film Dilan itu dipenuhi canda tawa saat kita menontonnya. Setelah hanya melihatnya di Google, dan pada akhirnya aku bertemu langsung dengan si Pidi Baiq itu. Ya, pada beberapa hari yang lalu di acara meet and greet bersama Steemian di Kantor AcehTrend, Tibang, Banda Aceh. Orangnya kocak, penuh kata filosofis dan seorang yang multi talenta.
Eh, tunggu dulu, aku saat itu juga bertemu dengan dua wanita yang selalu mendukung siapa saja. Dua wanita inspirator, motivator yang bukan kontraktor dan tidak merasakan bagaimana rasanya menunggangi traktor. Yang jelas mereka ini dua-duanya wanita Kurator, di Steemit yang dipenuhi oleh author.
Mariska Lubis, wanita yang cantik dan awet muda, putih, tinggi, langsing, langsingnya sedikit gendut. Selain itu, Mariska Lubis juga seorang penggiat literasi yang telah lama malang melintang mengadvokasi Aceh kala dilanda perang dengan NKRI. Beliau sangat dikenal oleh tokoh-tokoh penting di Aceh.
Wanita kelahiran Bandung, pada tanggal 6 Agustus tahun 1974 ini bukan lagi sekali dua kali aku jumpai. Tapi, tiga kali. Pertama bertemunya di Kantor AcehTrend, saat meet up perdana Komunitas Steemit Indonesia Chapter Banda Aceh beberapa bulan yang lalu. Setelah itu, kedua kalinya bertemu di Kota Cimahi, Jawa Barat pada saat aku berangkat ke sana untuk menghadiri meet up Komunitas Steemit Indonesia Bandung.
difoto oleh siapa?
Satu lagi, wanita yang sering memberiku semangat, dia adalah Alaika Abdullah. Kami sudah dua kali bertemu, di Cimahi dan Banda Aceh. Wanita kelahiran Aceh pada 40-an tahun yang lalu ini berhasil menjadi Srikandi Blogger pada tahun 2013. Selain Professional Blogger Alaika Abdullah ini juga seorang Humanitarian Worker yang tidak bisa dipandang sebelah mata, tapi harus dengan dua mata, biar kalian tahu bagaimana sosok wanita inspiratif ini.
Beliau ini mulai blogging sejak tahun 2009, saat mengakhiri tugasnya di lembaga BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) NAD (Nanggroe Aceh Darussalam)–Nias, yang bertugas membantu Aceh dan Nias paska Tsunami melanda Aceh. Setelah itu, selain aktif mengelola blog, beliau juga bertugas di Handicap International, sebuah NGO yang bergerak di bidang pemberdayaan orang-orang dengan keterbatasan (people with disabilities). Wanita yang hebat!