Sore kemarin saya mendengar curhatan menarik dari rekan yang sudah lama aku mengenal nya dengan baik sekali, dia bercerita seputar kegiatannya selama ini, kelihatannya dia kecewa dalam berbagi kisah itu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa negeri Gayo adalah penghasil sayur-mayur yang setiap saat ada yang menghasilkan dengan jumlah yang sangat besar, baik itu dari jenis Kentang, Tomat, Kol, yang harga sekarang sudah terjun bebas menyentuh harga paling murah.
Memang selain kopi dan jenis sayuran yang saya sebut diatas tadi, adalah ikon bagi wilayah yang selalu di peluk oleh keadaan yang dingin, berkabut nan indah dipandang oleh jendela kehidupan.
Lalu apa ada yang salah atas semua itu,,??
Sore kemarin saya mendengar salah satu curhatan menarik dari rekan yang sudah lama aku mengenal nya dengan baik sekali, dia bercerita seputar kegiatannya selama ini, kelihatannya dia kecewa dalam berbagi kisah itu.
"Sekarang harga kentang sudah kembali merosot pak, tomat enggak usah di tanya lagi pak, melunasi harga pupuk saja tak mampu lagi" Dia menjelaskan panjang kai lebar, rendah kali tingggi yang membuat aku benar-benar paham dengan di sampaikannya.
Saya merenung panjang dalam perjalanan pulang dari tempat kami bercerita, saya bertanya-tanya dalam hati "Apa yang dilakukan dinas terkait"?,
Ah, negeriku dalam bahaya.
Negeriku hanya berbingkaikan emas, isinya penuh bau darah penderitaan rakyat yang terluka, keringat rakyat yang setiap hari jatuh menjadi saksi luka mereka.