Betapa mudahnya berbuat baik..
Kamu cukup memindahkan kerikil di jalan, maka kamu sudah dicatat berbuat satu kebaikan. Atau, kamu merelakan mantanmu bersama yang lain saat masih sayang-sayangnya hehe.
Di era media sosial, berbuat baik semakin gampang. Kamu cukup membalas komentar-komentar baik di Facebook misalnya, dengan demikian kamu juga sudah berbuat baik.
Namun, selemah-lemahnya iman melakukan kebaikan di dunia maya adalah dengan tidak menyebar berita bohong. Meski kamu pernah melakukannya, sebaiknya segera berhenti dan hiduplah dengan tenang.
Ada hal-hal yang membuatmu sangat cepat untuk berkesimpulan. Apalagi setelah membaca berita bohong yang biasanya sarat emosional.
Jemarimu gatal untuk membagikan berita tersebut. Padahal kamu belum mencerna apa yang akan ditimbulkan dengan menyebarkannya.
Kamu merasa terbebani untuk menyebarluaskan berita Monas runtuh misalnya. Di lain waktu, kamu adalah netizen pertama yang membagikan berita penculikan anak yang sebenarnya tidak terjadi. Percayalah, kamu tidak sedang berbuat baik.
Di era semoderen ini, berbuat baik adalah tentang perilaku kita di media sosial. Maka jangan cepat-cepat menyebar berita bohong yang belum kamu ketahui kebenarannya. Telusuri sumbernya, pelajari isunya sebelum bersikap. Dengan demikian kamu sudah melakukan satu kebaikan dan mempergunakan waktumu sebaiknya, sehormatnya.
Akan selalu ada kabar bohong yang begitu menggoda untuk kamu sebarkan di media sosial. Maka yang perlu kamu lakukan pertama sekali adalah menelusurinya dengan baik, bukan langsung menyebarluaskan secara tergesa..
Salam Sahabat Steemians..