Jujur aku bukanlah seorang penulis hebat yang telah melahirkan banyak karya yang disukai oleh pembacanya, aku juga bukan seorang penulis berbakat macam TERE LIYE, DIKA RADITYA dan juga HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY. Dimana beliau-beliau ini telah melahirkan berbagai karya/buku yang mana telah tersiar hampir keseluruh penjuru dunia, jika dibandingkan dengan aku tak ada sepeserpun dari beliau-beliau ini yang karir sudah sangat terkenal dalam menghasilkan buku-buku best seller dan bahkan sudah banyak yang difilmkan. kalau dibandingkan dengan karya aku memang tak ada apa-apanya, jangan di filmkan di media cetak pun tak ada pernah ada, kenapa? karena aku telalu penakut untuk mempublikasi karya/hasil ciptaanku disebabkan miskin ilmu dalam dunia menulis hingga minder untuk mengirim karyab ke media cetak takut gak diterima, banyak karya yang aku ciptakan dengan ugal-ugalan sehingga tak ada pembaca menyukai hasil karya aku, kalau pun ada yang membacanya pasti mereka kesal bukan main membaca karya yang tak jelas alur ceritanya.
Aku memang minim ilmu dalam dunia tulis menulis hingga tak ada karyaku yang di bukukan kebanyakkan hanya menghasilkan karya abal-abal yang tak punya kualitas dan kualitas. Kalaupun yang membaca mungkin karyaku mungkin mereka hanya buang-buang waktu saja membaca karya penulis liar seperti diriku yang belum ada di level seperti jamil azzaini yang telah menulis buku best seller (ON ATAU MOVE ON)
aku minder dengan tulisan aku sendiri hingga tak berani mempublikasi karya-karya di media cetak takutnya tak layak di sajikan/diterbitkan. Berkali-kali aku hanya menulis secarik cerita yang hanya tersimpan rapi didalam laptopku hingga semak disitu tak tersentuh oleh media mana pun karena tingkat keminderan sudah mencapai internasional. aku juga seorang yang penakut, takut gagal hingga perasaan itu terus menghantui aku hingga berani mengirim satupun karya kemedia cetak, aneh kan? Iya, memang aku aneh ada karya hanya jadi penglengkap di dalam laptop mu saja, itulah sifat anehku hanya berani di media online saja seperti instastori dan juga dulu ada di steemit.
Aku belum tahu kapan aku berani mengirim karya ke media cetak hingga ada tulisanku yang terbit di media cetak, keminderan ini bukan sekali-dua kali aku alami tapi terus selalu menemaniku saat aku lagi menulis hingga terkadang hanya menulis setengah jalan saja setelah tak pernah aku lanjutkan lagi hingga terbengkalai begitu saja. Begitu lah keminderan yang tumbuh dalam hidupku bersemanyam untuk hingga menakuti aku untuk berkarya di setiap aku mulai mengerakkan jari-jemari ini untuk merangkai kata,, itulah cerita keminderan aku dalam menulis dan tak berani mengimkan ke media cetak.