Pagi ini udara begitu dingin dan menusuk hingga ke tulang-tulang tubuh. Kabut tebal diiringi dengan suara rintik hujan, membuat kami semakin enggan untuk beranjak dari tempat tidur.
Tidur sekamar berdua dengan seperti ini mengingatkan saya pada masa-masa duduk di bangku universitas bersama sahabat saya yang lain, Ifah dan Wulan. Biasanya, beberapa minggu sekali kami sering berkeliling untuk menginap di kos masing-masing sekedar menghabiskan waktu bersama.
Seperti biasa, yang namanya perempuan, apabila tengah berkumpul dalam sebuah tempat pasti ada saja hal-hal yang ingin dibagikan, dari masalah pribadi, teman sekelas, tugas kuliah, jodoh dan cita-cita di masa depan. Rasanya kegalauan saya dahulu lebih bermutu daripada sekarang, hehe.
Karena terlalu seringnya kami menghabiskan waktu bersama, Saya masih ingat, teman kos saya bahkan sampai hafal dengan sahabat saya ini. Sehingga, ketika saya hendak pamit akan pergi, tanpa perlu penjelasaan dia sudah mengetahui bersama siapa saya akan pergi. Kurang lebih begini kalimat yang dia katakan, "Yuli, pasti mau keluar bareng Renata, Wulan, dan Ifah ya." Saat itu saya hanya membalas denyan senyum sembari menjawab, " Iya mba," balas saya secukupnya. Begitulah, hingga dialog kami ditutup dengan pertanyaan yang biasa dia lontarkan, "Nanti mau tidur di kos atau nginep di kos Ifah?"
Setelah lulus kuliah, kami berpisah dan memiliki kesibukan masing-masing. Hanya saya dan Renata yang sekarang sering bersama, karena kami berada dalam satu kota. Ah, rasanya sudah lama sekali ya kami tidak berkumpul dan menghabiskan waktu bersama secara lengkap. Terakhir kali bertemu dengan Ifah, sekitar bulan Maret 2017 lalu, saat saya dan Renata mengunjungi rumahnya di Ponorogo. Wulan lebih lama lagi. Saya berjumpa terakhir dengannya sekitar bulan September 2016, di acara pernikahan teman kami di Cilacap.
Wulan, Ifah, dimanapun kalian berada sekarang, rasanya saya ingin sekali mengatakan, "Hei kalian, lihatlah teman kecil yang paling imut-imut, Renata, sekarang sudah tumbuh menjadi dewasa."
"Ah, bisakah kalian kesini sebentar saja setidaknya untuk malam ini saja? untuk mendengar kegalauannya, Sehingga saya bisa tidur dengan nyenyak."