Setiap orang memiliki kesan tersendiri tentang pantai. Meski saya tidak bisa berenang, pantai selalu membuat saya ingin mendekat untuk menyentuh ombak yang saling berkejaran. Membunuh waktu bersama semilir angin dan birunya langit yang memanjakan mata. Pantai selalu menjadi tempat yang dapat membuat selengkung senyuman di wajah.
Saya jadi teringat tentang sebuah kejadian di suatu pagi. Kala itu, saya dan teman membuat rencana untuk berolahraga pagi. Kami ingin lari pagi (jogging) di pinggir pantai. Lalu, kami sepakat berkumpul di lokasi pukul 06.00 WIB. Sayangnya, hari itu saya terlambat bangun, sehingga sampai di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB. Waktu yang sebenarnya tidak terlalu siang menurut saya.
Tetapi bagi teman saya, dan
pukul 06.30 WIB adalah waktu yang sudah sangat siang untuk berolahraga, apalagi menurut mereka matahari sudah mulai memancarkan sinarnya.
Padahal sebenarnya matahari pagi sebelum pukul 10.00 WIB itu sangat bagus untuk kekuatan tulang, karena mengandung vitamin D.
Namun kami sedang tidak ingin berpanas-panasan. Maka, rencana jogging menjadi batal. Sehingga bukannya berolahraga, kami malah mampir di warung tepi pantai. Melahap beberapa mendoan dan secangkir teh hangat.
Menghabiskan waktu bersama teman adalah salah satu hal yang menyenangkan. Selalu ada hal-hal yang bisa dibagikan bersama. Meski kami tidak dilahirkan sedarah, bagi saya dan
bukan hanya sekedar teman, tapi juga saudara. Sahabat yang pertama kali saya kenal di Pramuka. Sahabat yang paling sabar menghadapi sifat labil saya. Sahabat yang masih sering meluangkan waktunya untuk berjumpa sampai sekarang, walau sesibuk apapun.
Pantai memang tempat yang menenangkan. Pantai juga menjadi saksi karena disanalah salah satu tempat kami saling berbagi cerita. Biar ombak saja yang akan menghapus semua cerita sedih, kecewa dan lara kami.
Semoga persaudaraan ini tak akan terputus, sejauh apapun jarak yang akan terbentang nantinya.