Mengenang masa lalu menjadi sesuatu yang membahagiakan di masa kini. Meski tidak seluruhnya, namun naik sudako sekarang menjadi hal yang membuat saya bahagia.
Saya seperti sedang bernostalgia ketika masih duduk di bangku SMA dan juga kuliah. Sudako ketika itu adalah moda transportasi utama bagi saya. Tidak ada pilihan lain untuk berangkat dari rumah ke sekolah atau kampus, kecuali sudako atau labi-labi ini.
Hanya sudako yang murah dan mudah. Karena itu jadilah sudako sebagai pelengkap dari begitu banyak kegiatan saya.
Berbeda dengan beberapa teman yang lebih mapan. Mereka bisa naik taxi. Iya taxi. Dulu di Lhokseumawe sudah ada taxi. Lhokseumawe lebih maju dulu ketimbang sekarang. Selain taxi juga ada mall dan bioskop.
Hari ini saya sengaja naik taxi, meski ada pilihan lain, yakni becak motor. Saya naik sudako setelah meninggalkan mobil saya di bengkel menuju ke Taufik untuk menyeruput sanger sembari menunggu mobil saya selesai.
Saya jadi membayangkan beberapa kali harus bergelantungan di pintu sudako, karena semua yang melintas dalam kondisi penuh penumpang. Sementara jam sudah menjelang sore dan perut semakin sering bernyanyi.
Begitulah pengalaman dulu saat berstatus siswa dan mahasiswa.