Aceh Barat dikenal sebagai daerah kaya akan hasil buminya, luasan sawit membentang luas di negeri berjuluk Bumi Teuku Umar ini. Tak hanya itu, lahan persawahan pun begitu luas berada di setiap kecamatan.
Daerah ini, dikenal karena daerahnya begitu kaya lantaran memiliki perkebunan diiringi pertanian yang begitu luas. Maka tak jarang jika penduduknya kebanyakan berprofesi sebagai petani.
Hasil mereka petik tentu, membuat mereka tersenyum ketika masa panen itu tiba. Tapi, menjelang masa panen memasuki puncaknya sempat membuat mereka khawatir. Hanyalan petani pada waktu tersebut hanyalah bagaimana cara mengatasi kekhawatiran itu.
Selama ini, problema petani hanyalah terhadap sumber air, krisis air hampir dua bulan penuh melanda kawasan ini termasuk kekeringan telah mengakibatkan kekeringan setiap tempat sumber air yang ada. Waktu itu, senyum mereka jarang terlihat di raut wajah mereka melainkan keluhan yang terlihat.
Betapa tidak, hampir semua tanaman padi milik petani di beberapa kawasan mulai mengering, retak karena kekurangan air akibat dilanda kekeringan. Jika kita melihat langsung kondisi tanaman yang tumbuh di persawahan, bisa disimpulkan akan mengalami kegagalan panen, termasuk mengurangi kualitas padi jika sawah tidak teraliri air.
Alhamdulillah, subuh kemarin air hujan lebat terus menjatuhi bumi Aceh Barat. Bahkan sampai sekarang suasana mendung masih menghiasi kawasan ini. Bahwa, dari kondisi demikian betapa bahagiannya para petani. Apalagi, hujan sudah lama mereka harapkan selama ini. Semoga tanaman padi milik petani kembali subur seperti biasanya.
Jangankan mereka (petani), kita pun merasa senang karena kondisi kemarau panjang walahpun sedikit, tapi sudah mengurangi rasa panas lewat teriknya matahari dalam waktu lama ini. "alhamdulillah akhirnya hujan turun juga.