VIRUS Corona atau Covid-19 benar-benar bikin repot penduduk dunia. Ia tak peduli orang kaya maupun miskin. Atau negara yang sudah maju sekalipun.
Di saat virus Corona tiba-tiba merebak di Indonesia maka sudah pasti kebutuhan alat pelindung diri (APD) harus segara tersedia. Salah satunya adalah masker yang gunanya untuk menghalau terpaparnya virus masuk melalui mulut.
Mengenai masker ini saya punya cerita menarik untuk diceritakan di sini. Kita semua tahu bahwa harga masker medis per satuan dalam kondisi normal cuma Rp2.000.
Saya biasa membelinya di apotek. Sedangkan di Indomaret, harga masker medis per sachet (isi 5 pcs) sekitar Rp10.000. Harga ini sangat murah sekali.
Kemudian semua harga itu melonjak drastis di harga normal karena kebutuhan masker sangat tinggi. Bukan cuma harganya saja yang mahal tapi stock masker juga kosong.
Namun sekarang situasinya berkata lain. Kelangkaan masker dijadikan peluang kreatif -dan juga bisnis- oleh masyarakat untuk memproduksi masker non medis dari bahan kain.
Masker jenis ini cukup banyak dijual dengan berbagai bentuk yang unik meski sebenarnya bukanlah standar kesehatan. Tapi tidak apalah karena keberadaannya sangat membantu sekali.
Saya sempat menemukan ibu rumah tangga yang kini menjahit masker. Dari tangan-tangan kreatif mereka lahirlah masker-masker yang dijual pada taksiran harga antara Rp6.000-Rp10.000.
Begitu juga dengan tukang jahit yang kini banting setir membuat masker karena peluang bisnis yang cukup menggiurkan. Mereka ternyata bisa survive di tengah pandemi.
Jadi kita tidak perlu khawatir dengan masker, sekarang dengan mudah bisa kita peroleh. Bahkan dijual dipinggir jalan seperti yang saya pakai ini. Dan masker dari jenis bahan kain punya kelebihan karena bisa dicuci. Sangat membantu ya.
Nah sahabat, semoga virus Corona segera berlalu dan kita dapat beraktivitas seperti biasa tanpa perlu lagi memakai masker.[ds]