Kepulauan Riau menjadi wilayah istimewa karena berada di perbatasan dengan empat negara tetangga; Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore, dan Philipina. Kepulauan Riau yang beribukota Tanjungpinang ini terdiri dari gugusan pulau-pulau yang terhubung oleh laut. Terkenal dengan negeri gurindam, sebagai negeri yang berpagar pantun.
Untuk mencapai satu pulau, transportasi lautlah yang berperan penting. Kapal-kapal penumpang berukuran sedang dan besar untuk jarak jauh dan perahu bermotor setengah tertutup untuk jarak dekat yang mereka sebut kompong. Kompong-kompong itu merapat ke dermaga untuk mengangkut penumpang yang pulang pergi seperti layaknya perjalanan orang-orang di darat yang menggunakan transportasi darat. Hal yang paling diwaspadai tentulah ombak yang pasang. Orang pesisir tentu sangat tahu bagaimana tanda-tanda alam menyampaikan pesan dan dengan cara seperti apa mereka mengatasinya.
foto: kompong
http://instagram.com/evanys99
Meski pepatah mengatakan: air beriak tanda tak dalam, tidak bisa diartikan secara terbuka. Pepatah ini digunakan sebagai perumpamaan karakter manusia. Jika manusia banyak bicara maka akan terlihatlah sebanyak apa doa berbuat. Ini salah satu kearifan yang disampaikan orang-orang terdahulu untuk perimbangan sifat manusia. Nah, jika kita telisik lebih jauh, pepatah itu tercipta berdasarkan sifat air yang akan tenang jika dalam dam dangkal (ini bisa dipelajari dari ilmu fisika dan kimia..hehe)tentu saja untuk ukuran laut yang luas dan dalam, tetap saja akan tenggelamkan benda-benda yang tidak bisa terapung.
foto: Lautan
http://instagram.com/evanys99
Pulau-pulau yang tersusun bak mutiara terserak itu memiliki destinasi budaya dan pariwisata yang menarik. Pulau Penyengat, sebuah pulau kecil yang berada dekat dengan Tanjungpinang dengan jarak tempuh waktu 15 menit dengan kompong dan ongkos sekitar lima ribu rupiah.
foto: Gerbang menuju pelabuhan
http://instagram.com/evanys99
Turun dari kompong akan disambut pemandangan sebuah pulau yang memesona mata, rumah-rumah penduduk di atas air dan kayu-kayu tersusun seperti bangunan yang tertancap ke dalam laut dengan sebutan pancang laut, kabarnya untuk mengatasi air laut yang pasang
foto: pancang laut
http://instagram.com/evanys99
Memasuki Pulaupenyengat yang sedang ramai, terutama di hari libur. Banyak warga Kepulauan Riau dan pendatang yang mengunjungi pulau ini untuk berlibur.
()
foto:Gerbang Pulaupenyengat
http://instagram.com/evanys99
Di pulau ini terdapat sebuah kerajaan Islam
yang besar dipimpin oleh Raja Ali Haji. Raja Ali Haji, konon dikabarkan merupakan seorang pujangga berbudi halus. Dia memberi nasihat dan pandangannya tentang kehidupan yang tertuang dalam tulisan di istananya sekarang ini.
foto: Istana Raja Ali Haji
http://instagram.com/evanys99
Sebelum mencapai istana, ada mesjid besar yang digunakan Raja Ali Haji dan rakyatnya untuk beribadah dan menuangkan kajian agama Islam. Mesjid ini sudah mengalami pemugaran untuk menjaga situs sejarah agar tidak punah.
foto: Mesjid Raja Ali Haji
http://instagram.com/evanys99
Di samping kanan mesjid, terdapat sebuah makam yang telah menjadi bagian cagar budaya selain istana dan mesjidnya. Makam yang disebutkan sebagai makam Raja Ali Haji, berpagar besi untuk penjagaan.
foto: Makam Raja Ali Haji
http://instagram.com/evanys99
Setiap tahun, di pulau ini digelar perhelatan budaya yang cukup meriah selama satu bulan penuh dengan menampilkan berbagai budaya dan kesenian Kepulauan Riau yang telah dijadwalkan sesuai dengan program pemerintah daerah sebagai kegiayan tahunan.
foto: Festival Pulaupenyengat
http://instagram.com/evanys99
Ini salah satu kekayaan Nusantara. Dari pulau yang kecil ditemukan banyak pengetahuan. Ini masih informasi yang minim, nanti akan dilanjutkan lagi dengan beberapa hasil perjalanan riset yang dilakukan di sini.
Nah, selesai dulu kisahnya steemian. semoga menarik dan bermanfaat.