Selamat malam sahabat steemian dimanapun Anda berada , senang rasanya saya bisa kembali menyapa anda semua ,semoga selalu di beri kesehatan selalu serta apa yang kita semogakan tercapai dengan mudahnya, Amin.
Baiklah steemian malam ini saya ingin berbagi pengalaman baru di pendakian Seulawah Agam pada hari Sabtu tanggal 18 November 2017, pendakian kali ini tidak dengan anggota TAPAK BA melainkan saya diajak oleh komunitas pencinta alam dari lhoksemawe SANDAL JEPIT TANAH RENCONG mereka meminta saya untuk kawani mereka mendaki gunung Seulawah Agam, dan akhirnya jadwal sudah diatur malam Sabtu kami berangkat dari lhoksemawe menuju ke desa suka damai kaki gunung Seulawah Agam , desa suka damai ini merupakan desa terakhir untuk menuju ke gunung Seulawah, di desa ini kita menitipkan kendaraan kita dan segala urusan administrasi kita selesaikan lalu tepat jam 8 pagi kita mulai mendaki.
Pendakian kali ini beranggotakan 6 orang
saya sendiri.
(Dani dari SJ)
Awel SJ
Martunis SJ
Nikson
Dafi
Disini saya hanya mengenal Awel dan Dani saja ,saya sempat khawatir dengan perjalanan ini , bakal seru atau enggak ketika di pendakian nanti, namun rasa khawatirnya saya itu terjawab ketika saya mulai mendaki dengan mereka , mereka semua itu seru ,asik, lucu dan tentu punya semangat yang luar biasa, walaupun trek pendakian gunung Seulawah Agam ini tergolong tidak mudah untuk ditaklukkan, ada dua pendaki yang kesulitan dalam perjalanan kali ini, hal ini disebabkan mereka baru pertama kali Mandaki dan itu hal yang sangat wajar jika mereka kesulitan atau kecapean. Tapi yang saya salut disini mereka tidak menyerah ataupun mengeluh dengan trek yang di sajikan Seulawah Agam ini.
Dalam perjalanan dengan di iringi gelak canda tawa yang begitu menghidupkan suasana tanpa terasa kami telah melewati yang namanya pintu angin , tidak jauh dari pintu angin ada lokasi untuk kita dirikan kemah , disini kita semua sepakat untuk bermalam Disni dan memulihkan stamina yang tadinya terkuras habis semasa dalam pendakian yang kami lalui.setelah kemah telah kami dirikan ,barulah main masak-memasak dimulai, ya seperti biasa saya yang jadi juru masaknya, kami memasak sop kentang dan wortel dengan ikan asin menu andalan kami, soal rasa jangan tanyakan lagi ๐ ya jelas gak enaklah๐๐, tapi kalau udah disini semua terasa lebih enak dari apapun menu yang ada di restoran termahal sekalipun.
Setelah perut terisi kami beristirahat dan bermalam disini, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, tidak banyak yang bisa dikerjakan saat malam tiba , hanya secangkir kopi untuk menghangatkan badan yang sudah merasa dingin serta api yang berliuk-liuk kiri dan kanan menjadi teman untuk melewati malam itu, dikarenakan cuaca yang sangat dingin membuat kami tidak bisa berlama-lama lagi di luar dan akhirnya kami memilih tidur , karena besok pagi kami harus mendaki lagi ke puncak.
Jam enam pagi sudah siap-siap untuk mendaki ke puncak , di Seulawah Agam ada tiga spot untuk kita nikmati :
Mungkin tidak rejeki kami di beringin tujuh tersebut dan kIta melanjutkan perjalanan lagi sampai akhirnya kita sampai di batu gajah, batu gajah ini sangat mirip dengan bentuk gajah aslinya, dengan posisi beralai gajah menjulur keatas, disini kami foto-foto sepuasnya dikarenakan hanya foto dan pengalaman doang yang bisa kita bawa pulang. Dari batu gajah ke puncak sudah tidak jauh lagi , sekitar 30 menit lagi kita sampai di puncak, di puncak selawah Agam ada pilar ketinggian gunung tersebut,semua pendaki mengabadikan photonya disini sebagi bukti dia berhasil mendaki gunung tersebut, begitu juga yang kami lakukan saat itu.
The end
Sekian cerita travel saya malam ini saya harap anda terhibur semua, untuk upvote, resteem dan komentar Anda saya ucapkan terimakasih banyak.