Ketika Anda melintasi jalan raya lintas Banda Aceh-Medan, Simpang Beuracan, Kecamatan Meureudu, Aceh, Indonesia Anda akan melihat sebuah bangunan masjid tua yang sudah berumur 396 tahun terhitung mundur 2018.
Masjid ini bangun oleh Tengku Muhammad Salim yang semasa hidupnya dikenal dengan nama Teungku Dipucok Krueng.
Mengapa beliau lebih di kenal dengan Teungku Pucon Krueng? Mungkin karena beliau tinggal di hulu sungai sehingga orang-orang menyebutnya Teungku Dipucok Krueng.
Beliau merupakan seorang ulama dari Madinah (Saudi Arabia) dan ahli pertanian. Beliau datang ke daerah Meureudu bersama dengan Teungku Japakeh dan Malem Dagang, dalam rangka mensyiarkan ajaran Islam.
Ketika Anda melangkahkan kaki hendak shalat di masjid Teungku di Pucok Krueng, di samping tangga sebelah kanan terdapat guci antik seperti yang terlihat pada foto yang saya ambil berikut ini.
Foto yang terlihat ini adalah kawan saya Irfan sedang memberikan saya segelas air yang diambil dari dalam guci antik tersebut.
Airnya bening dan segar. Satu gelas habis saya minum berhubung cuaca sore masih sangat panas:)
Guci tersebut kini disemen dan tertanam didalam tanah, hanya bagian leher dan mulut gucinya yang tampak. Mungkin Anda penasaran mengapa guci tersebut disemen? Guci tersebut seringkali berpindah sendiri namun yang pasti warga juga khawatir guci ini dicuri orang-orang yang suka barang-barang antik. Guci ini merupakan guci keramat, kata penjaga masjid tersebut.
Demikian perjalanan singkat saya hari ini.