"Sani sedang berlibur di Bali ya?"
"Wah, ke Bali gak bilang-bilang ya"
"Asiknya di Bali, jangan lupa oleh-oleh ya"
Hampir semua menyangka saya sedang di Bali saat saya mengupload foto di atas pada gambar story media sosial saya. Bagaimana tidak, arsitektur Bali seperti Pura, Patung dan ornament Bali lainnya memang khas Bali. Saya tidak sedang di Bali, tetapi berada di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Tepatnya di desa Sumbernadi dan Bangunrejo.
Pada jaman Orde Baru, pemerintah memang menggalakkan program Transmigrasi. Lampung adalah salah satu daerah penempatan transmigrasi dari Jawa dan Bali. Tak heran, banyak sekali desa di propinsi Lampung dengan mayoritas Jawa dan Bali. Tentu saja adat dan istiadat mereka di pakai juga di sini.
Desa Sumbernadi, Keutapang, Lampung Selatan yang saya kunjungi bisa dikatakan mayoritas bersuku Bali. Saat kita menyusuri perkampungan ini, tak ubahnya kita berada di Bali. Bahasa yang mereka gunakan, bangunan pura pada rumah-rumah mereka serta cultur mereka masih sangat kental Balinya.
Mereka cukup ramah, bahkan saat saya menyapa dan berniat berfoto di Pura pak Mambal, di Sumbernadi, mereka dengan ramah mempersilahkan.
Kebhinekaan ini bukan menjadi pemecah konflik atau perseteruan, tetapi justru sebagai pemersatu yang menjadi kekayaan kita. Bhineka Tunggal Ika
Lokasi
Desa Sumbernadi dan Bangunrejo
Ketapang - Lampung Selatan
INDONESIA
Salam Kaki Lasak, Kemanapun Kaki Dilangkahkan
Follow Me :
Steemit @ kakilasak
Facebook @ husaini_sani
Instagram @ ucok_silampung & @ kaki_lasak
Whatsapp +6282166076131