Kutatap tiket kapal ferry yang baru saja kubeli. Dermaga II, berangkat pukul 17.45, kelas Ekonomi. Kutatap sekali lagi, kali ini dengan senyuman.
Dengan langkah penuh semangat, akupun melaju menuju dermaga II. Sesekali kutatap lagi tiket yang ku pegang. Bukan takut salah, tetapi teringat masa dulu, saat-saat duduk di sekolah menengah atas. Saat itu, jika kami naik kapal ferry l, tak pernah membeli tiket. Selalu ada cara kami untuk masuk ke kapal ferry dengan percuma.
Masa sekolah memang masa yang penuh dengan kenangan. Kenakalan, bandel, rasa ingin tau dan rasa ingin mencoba, semua ada pada masa seragam putih abu-abu. Dulu tempat kami bolos sekolah adalah pelabuhan Bakauheni. Kami betah sekali melihat lalu lalang kapal ferry dari tepi pelabuhan. Kami amati proses penyebrangan, hingga lama kelamaan kami tau cara bagaimana naik kapal ferry menuju merak dengan gratis.
Yang pertama kami lakukan adalah dengan masuk dari pintu masuk kendaraan menuju kapal. Cara inilah yang pertama kali kami coba. Melangkah menyelinap mengikuti laju kendaraan yang masuk ke kapal. Selalu berhasil :).
Cara kami yang kedua adalah dengan memotong jalan petugas ticketing. Sebelumnya kami mengintai dulu, koridor mana yang dijaga oleh petugas. Jika sudah tau posisi petugas ticketing, kami mencari lorong koridor yang melewati koridor tersebut. Cara ini sangat sulit, karena sering kali jalan di pintas ataunjalan potong tersebut di block, hingga beberapa kali kami harus melompati pagar besi yang runcing. Juga selalu berhasil :)
Cara ketiga kami ini adalah cara yang paling extreem. Kami mengikuti jalan utama jalur penumpang. Saat di melewati petugas ticketing, kami sebut nama seseorang dengan tegas "Kami saudara pak Bambang, atau mau kami telpon?"
Petugas biasanya bengong dan melanjutkan ke penumpang lain. Kami pun selamat. Sebenarnya kami juga tak tau pak Bambang tu siapa. Cara ini kami lakukan pun berdasarkan pengalaman melihat penumpang melewati petugas ticketing. Bebarapa kali kami melihat sekelompok orang bebas masuk dengan menjual nama pak Bambang, hingga kami berkesimpulan, pak Bambang adalah pejabat penting di pelabuhan tersebut, paling tidak adalah seorang kapten kapal :)
Senja itu aku bernostalgia, kutatap lagi potongan ticket yang ada di tangan ku. Kupegang erat. Kapal Kirana II yang ku naiki melaju menuju bakauheni ditemani senja yang memerah :)
Salam Kaki Lasak, Kemanapun Kaki Dilangkahkan
Follow Me :
Steemit @ kakilasak
Facebook @ husaini_sani
Instagram @ ucok_silampung & @ kaki_lasak
Whatsapp +6282166076131