Still with Salak mountain was located in North Aceh. This location is not too far apart from the location I posted earlier. Not far and not close just a few hundred meters from the location which became the first resort in this mountain barking. This location has recently also boomed on various social media and is adorned with several umbrellas stuck on the seats. Built a cafe for visitor its can also enjoy the sensation of coffee on the top of the mountain. Lately there are many immigrants who packed the location. As in posts I've made before here. There are many migrants who want to try the atmosphere that is here. Mount Salak is one of the alternative routes that connect between Lhokseumawe and Bener Meriah. Almost every weekend many cars are heading to Takengon through this route. Honestly, I also just passed a few times, but for me this is one of the fastest route to reach to the cold city. Some people also still use the route via Bireuen to reach the city of Takengon.
Masih dengan seputaran gunung salak yang berada di Aceh Utara. Lokasi yang ini tidak terlalu berjauhan dengan lokasi yang saya posting sebelumnya. Tidak jauh dan tidak dekat hanya berjarak beberapa ratus meter saja dari lokasi yang menjadi pertama kali tempat peristirahatan yang ada di gunung salak ini. Lokasi ini baru-baru saja juga booming di berbagai media sosial dan dihiasi dengan beberapa payung yang dipancangkan diatas tempat duduk. Dibangun sebuah cafe agar para pendatang juga dapat menikmati sensasi ngopi diatas puncak gunung. Belakangan ini sudah banyak para pendatang yang memadati lokasi tersebut. Seperti pada postingan yang sudah saya buat sebelumnya disini. Sudah banyak para pendatang yang ingin mencoba suasana yang ada disini. Gunung Salak merupakan salah satu jalur alternatif yang menghubungkan antara Lhokseumawe dan Bener Meriah. Hampir tiap weekend banyak mobil yang berangkat menuju ke Takengon melalui jalur ini. Jujur saya juga baru beberapa kali melewatinya, namun bagi saya ini merupakan salah satu jalur yang tercepat untuk mencapai ke kota dingin tersebut. Sebagian orang juga masih menggunakan jalur via Bireuen untuk mencapai kota Takengon.
To be honest, I think the name of this location is reminiscent of a music group that uses the flow of trash metal, punk or black metal. Which they themselves are better known for the collection of underground musicians. D'Ground the name of this cafe, a cafe whose furniture is more made of wood has already made some comers to try this location. The chairs are also made of several used vats that are transformed into unique seats with shredding colors. Interesting to be visited by migrants who pass through this location. Also, many of those who take pictures in this location, while taking the moment to be used as posting material that will later be reposted or in like by other social media users. Aceh is indeed has a lot of charm in terms of tourism, not to mention currently being promoted halal tourism in Aceh and has been crowned into one of the halal destinations in the world that must be visited.
Jujur menurut saya nama lokasi ini mengingatkan akan sebuah kelompok musik yang menggunakan aliran trash metal, punk atau black metal. Yang mereka sendiri lebih dikenal dengan kumpulan musisi underground. D’Ground nama cafenya, sebuah cafe yang furniturnya lebih banyak terbuat dari kayu ini sudah membuat beberapa pendatang untuk mencoba lokasi ini. Kursi-kursinya juga terbuat dari beberapa tong bekas yang disulap menjadi kursi yang unik dengan warna yang ngecas. Menarik untuk didatangi oleh para pendatang yang melewati lokasi ini. Banyak juga dari mereka-mereka yang berfoto ria dilokasi tersebut, seraya mengambil momen untuk dapat dijadikan bahan postingan yang nanti bakalan di repost atau di like oleh para pengguna media sosial lainnya. Aceh ini memang memiliki banyak pesona dari segi wisatanya, belum lagi saat ini sedang digalakkannya wisata halal di Aceh dan telah dinobatkan menjadi salah satu destinasi halal di dunia yang wajib dikunjungi.
As far as the eye can see, this location gives a lot of color and shape of nature painting that along the eye can we enjoy the view together. Much can we make a moment to immortalize the image that we can save for a long period of time. This opportunity I did not waste when the third time moving to this location with the family.
Sejauh mata memandang, lokasi ini banyak memberikan warna dan bentuk lukisan alam yang sepanjang mata memandang dapat kita nikmati bersama. Banyak yang dapat kita jadikan momen untuk mengabadikan foto yang nantinya dapat kita simpan untuk jangka waktu yang panjang. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan ketika kali ketiga bergerak menuju ke lokasi ini bersama keluarga.
Regards,
Kemal13 - KSI Chapter Banda Aceh