Hampir genap sudah dua tahun lamanya, sejak kedua kali mengunjungi pantai ini. Pantai yang memiliki cerita dan kisah dibalik kecantikan yang dimiliki oleh panorama pantai ini. Seribu ketikan bahkan sejuta kata tak dapat diungkapkan kala saya dan beberapa teman mengunjungi lokasi ini. Syarat yang awalnya tidak begitu ketat agar dapat melihat langsung keindahan dari pantai tersebut. Bertolak dari arah Banda Aceh menuju ke Aceh Jaya, jarak yang ditempuh sekitar dua jam perjalanan dan membutuhkan tenaga yang ekstra. Sempat berbincang-bincang saat sebelum memulai perjalanan, karena ini kali kedua saya mengunjungi lokasi ini, sharing lokasi pun kami lakukan agar beberapa teman mengetahui gambaran awalnya seperti apa.
Tepatnya pada pagi itu, kami membuat sebuah janji untuk berkumpul disebuah kedai kopi yang sering kami gunakan sebagai titik kumpul saat bepergian ke arah barat dari kota Banda Aceh. Memang hampir setiap minggu kami sering membuat agenda atau trip perjalanan yang mudah untuk dijangkau, dan sering juga terhalang karena cuaca yang tidak kita duga-duga. Info mengenai lokasi ini juga saya dapatkan awalnya karena saya ikut bergabung disatu komunitas yang diberi nama Aceh Backpacker, sebuah nama komunitas yang bagi saya sendiri pasti berfikir tentang jalan-jalan. Beberapa diantara mereka dulunya juga sudah pernah pergi ke lokasi ini, bahkan sudah beberapa kali, dan saya sendiri baru mengetahuinya dari grup Whatsapp.
Dimulailah perjalanan kali kedua saya itu dan saya ditemani oleh ,
, Akhyar dan beberapa teman dari Yasir yang datang langsung dari Abdya. Setelah berkoordinasi dengan teman yang datang dari arah barat daya Aceh tersebut, kami memutuskan untuk menunggu disalah satu kedai kopi yang ada di jalan masuk ke arah perkampungan tersebut. Lokasi tersebut berada di Kilometer 117 Desa Jeumpheuk, Sampoiniet, Aceh Jaya. Namun perjalanan itu belum selesai, setelah bertemu dengan teman-teman tadi, melanjutkan dengan menggunakan jalan alternatif yang telah dibuka oleh masyarakat sekitar agar akses menuju ke pantai tersebut dapat dituju dengan mudah. Sebenarnya ada sebuah jalan yang harusnya kita memutar dari sebelah kanan kampung tersebut, namun harus dilakukan dengan berjalan kaki dan memanjat dengan tali yang sudah direkatkan didekat pohon yang telah tersedia tali. Tapi arah menuju kesana terlalu jauh sehingga dibukanya jalur alternatif untuk sampai kesini.
Memang pemandangan yang luar biasa, seluruh rasa letih saat berkendara sesaat sampai disini jadi terbayarkan, mungkin inilah salah satu pantai yang tercantik yang pernah saya jumpai dan melihat dengan langsung, walaupun sudah kali kedua mengunjunginya namun rasa rindu untuk menginjakkan kaki disini sangat besar, hingga saat ini masih sangat ingin mengunjungi lokasi ini lagi. Beberapa tahun yang lalu, ada sebuah insiden yang beritanya juga sudah banyak tersebar di berbagai media.Semenjak saat itu, lokasi ini ditutup dan tidak diperbolehkan masuk kembali tanpa ada izin dari pihak kepala desa dan aparatur kampung. Karena insiden tersebut, lokasi yang awalnya jadi idaman para pecinta pantai di Aceh jadi berkurang karena larangan tersebut, namun semua itu demi kebaikan bersama dan mengindahkan peraturan dari desa tersebut.
Semoga suatu hari, pantai ini dibuka untuk umum dan dikelola dengan sebaiknya, sehingga wisata yang ada di Aceh khususnya di Aceh Jaya dapat booming kemanapun. Terlepas dari peraturan yang mengikatnya, namun tetap harus menjunjung tinggi nilai syariat islam yang telah diterapkan di Aceh sendiri. Untuk itu, mohon kita semua dapat menjaga seluruh keindahan yang ada dengan tidak merusak dan membuang sampah bawaan yang kita bawa.
Regards,
Kemal13 - KSI Chapter Banda Aceh