Aku adalah seorang anak desa yg tinggal di sebuah pulau kecil ya itu pulau Simeulue , yg mana pembangunan disana masih sangat ketinggalan , baik desegi pembangunan, contoh jalan maupun penerang dan sebagainya, setalah saya tamat SMA saya mencobak keluar dari pulau tersebut untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, dengan tekat dan semangat jiwa, Tampa ada rasa bimbang dan susah, padahal dari kondisi orang tua tidak sanggup untuk memberikan kuliah, tapi apalah kata saya tetap mau melanjutkan sekolah walaupun pahit dan manis yg saya rasakan.
Sesudah keluar pengumuman tes masuk perguruan tinggi negeri Alhamdulillah saya di terimah tetapi sangat jauh dari kampung halaman, tp niat tidak berubah meskipun di ujung dunia tetap akan saya pergi demi meraih cita-cita,
Pagi telah tiba suara burung berkicau ayam berkokok , saya pun sudah siap siap untuk berangkat ke negri orang , meskipun tanpa biaya sepersekian pun dari orang tua , saya paham kondisi ekonomi keluarga jangankan memberikan saya kuliah cari makan sehari hari aja masih susah, dan alhamdulilah berkat tabungan saya itulah yg menjadi ongkos dari perjalanan untuk meraih cita-cita.
Sesampainya di kota tempat saya tempat saya berkuliah saya berjumpa dengan kawan dari tempat yg sama dengan membangun komunikasi yg sengat akuntabel , sehingga saya bisa mengenali beberapa dosen yg ada di kampus tempat saya berkuliah, sehingga proses di perkuliahan mengantarkan saya ke sebuah organisasi yg tepat yang saya menjabat sebagai ketua SEMA fakultas ilmu sosial , dan seketika itu mendapat undangan ke Palembang Alhamdulillah cita cita saya naik pesawat akan tercapai , betapa bahagianya hati saya, malam sebelum ke berangkatkan saya ngak bisa tidur , karna membayangkan batapa indahnya naik pesawat terbang yg melayang di udara, sesampainya saya di bandara ,saya merasa heran dan gunda, melihat orang sangat banyak, dan saya melihat pesawat yg begitu banyak, akhirnya landing pun tiba ,saya sudah terbang ke udara ,saya menikmati perjalanan terasa nikmat dan saya puas dengan melihat pemandangan dari atas melihat ke bawah,
Sesampainya di Palembang saya terheran lagi, begitu banyak nya kendaraan, dan macet serta cewek cewek seksi berkeliaran mata tidak bisa berkedip, sesampai di penginapan saya pun istrahat dan tertidur sejenak, tak lama kemudian, pintu bersuara seperti ada orang yg mau masuk, setau saya bukak pinta, rupanya gadis manis yg belum pernah saya melit bigutu manisnya cewek tersebut, dan dia pun berkata dengan lembut, mas acaranya sudah di mulai, saya pun menjawab ia saya akan segera kesana,
Acara pun berakhir selama lima hari,
Waktu pulang pun telah tiba , saya pun berterima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara acara ini, mobil pun tiba saya segera berangkat ke bandara, sesampai Bandra saya raba kantong belakang saya , teryata dompet yg ada dikntong saya tidak ada, saya pun lihat periksa di tas tidak ada, saya pun mulai panik, sementara pesawat hampir mau landing , saya pun kembali ke pinginapan , dan saya cari cari tidak ada, akhirnya pun saya sudah putus asah, pesawat sudah terbang, dan saya pun tertinggal pesawat, sehingga saya heran untuk memulai hidup di daerah orang yg tak saya kenal.