Pertama kali saya dan teman - teman saya dari Mapala Jabal Everest Unigha mendaki Gunung Burning bersama dan teman - temannya dari Mapala Umpal Unimal Lhoksumawe. Mengenai tahunnya sudah tidak ingat karena saya sudah beberapa kali mendaki gunung Burni Telong tersebut.
Setelah mempersiapkan segala perlengkapan perjalanan menuju ke Lampahan kami mulai dari Kampus Unimal Reuleut. Tiba di Lamphan, Bener Meriah kami melanjutkan perjalanan menuju perkampungan terakhir mendaki Burning Telong. Behubung sudah sore kami menginap di pondok salah satu warga yang berada di kampung terakhir, para pendaki biasa menyebut pada warga tersebut dengan sebutan Mak Burni.
Besoknya setelah sarapan pagi dan mempersiapkan segala perlengkapan kami memulai pendakian menyusuri pada rumput yang tinggi, yang dalam bahasa Aceh di sebut bak rumping. Menyusuri pandang rumput hingga kami tiba di pintu rimba Gunung Burning Telong. Kalau sekarang pintu rimbanya sudah tak ada lagi.
Dari pinto rimba mendaki pelan namum pasti hingga kami sampai di shelter terakhir menuju puncak Burni Telong. Dari shelter ini puncak Burni Telong terlihat jelas. Disini kami istirahat panjang sambil masak siang.
Setelah makan siang dan cuacapun sangat mendukung untuk melanjutkan pendakian, akhirnya kami memutuskan untuk mendaki menuju puncak. Cuaca di gunung memang tidak bisa kita tebak, perjalanan kami hampir mencapai puncak angin di sertai dengan hujan pun datang tiba - tiba, kamipun bergegas mencari tempat perlindungan. Ada sebuah batu besar yang mirip goa di sekitar puncak Burni Telong, para pendaki memang mneybutnya dengan sebutan goa.Dibawah batu itulah kami berlidung hingga pagi hari tiba.
Paginya kami menuju puncak, dari goa ke puncak hanya beberapa menit saja. Kalau cuaca mendukung diatas puncak Burni Telong kita bisa melihat kota Takengon dari atas ketinggian 2.670 Mdpl.
Setelah beberapa jam di puncak Burni Telong akhirnya kami meutuskan untuk turun. Saat turun saya dan kawan - kawan menikmati keindahan bungan edelwis yang tumbuh di gunung tersebut.
Turun memang lebih cepat dari pada mendaki hingga kami tiba kembali di pondok. Kami menginap satu malam lagi di perkampungan terakhir.
Cupuk sekian postingan pada kali ini semoga para sahabat dapat menyukainya.