Halo kawan-kawan Steemians semuanya!
Nah, berhubung masih dalam suasana Idul Adha, Saya ingin berbagi cerita tentang salah satu masjid terbesar di daerah administrative khusus Hong Kong, yakni Masjid Kowloon. Bagi kawan-kawan Steemians yang berkunjung ke Hong Kong dan ingin menunaikan ibadah Sholat, khususnya ibadah Sholat Jumat, sebenarnya tak sulit untuk menemukan tempat-tempat ibadah bagi kaum muslim di kota yang secara harafiah berarti sebuah pelabuhan yang wangi ini. Setidaknya terdapat enam masjid besar di wilayah Hongkong. Masjid Kowloon sendiri juga berfungsi sebagai “Islamic Centre” yang terletak di Nathan Road, dan menariknya masjid ini masih satu area dengan Kowloon Park, sebuah lahan terbuka hijau dengan bermacam karya seni berupa patung-patung kontemporer hasil karya seniman-seniman dari seluruh dunia. Masjid Kowloon betul-betul bak OASE, ditengah-tengah kepungan gedung-gedung pencakar langit di wilayah Kowloon, Hong Kong.
Masjid Kowloon sendiri dibangun pada 1896, tadinya masjid ini lokasinya berada sekitar 300 meter dari lokasinya kini, yakni ditempat dimana kini menjadi Kantor Polisi Tsim Sha Tsui. Masjid ini dibangun untuk kebutuhan beribadah para tentara Britannia Raya, utamanya mereka-meraka yang berasal dari India dan Pakistan. Britannia Raya yang merupakan penguasa Hongkong sejak 1842 hingga 1997 membangun Whitfield Barracks, di area yang kini menjadi Kowloon Park. Dahulu posisi taman ini berada di tepi laut, yang kemudian menjadi tidak lagi setelah serangkaian proyek reklamasi dilakukan.
Pada akhir dekade 1970an, masjid ini mengalami kerusakan struktur akibat dari pembangunan jalur kereta api bawah tanah (MRT). Sebagai kompensasinya, perusahaan pengelola MRT membangun masjid baru di lokasi sekarang bahkan dibangun dengan lebih besar dan diresmikan pada 11 Mei 1984.
Masjid ini memiliki dua lantai, dan di dalamnya masih terdapat prasasti peringatan pembangunan masjid yang lama, pada abad 19, yang ditulis menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab. Masjid ini mampu menampung sekitar 1000 jamaah, dan sangat vital keberadaanya bagi sekitar 300.000 penganut Islam di Hongkong, yang dari waktu ke waktu jumlahnya juga kian bertambah.
Masjid Kowloon bisa dikatakan sangat mudah untuk menjangkaunya. Selain letaknya strategis karena berada di tepi salah satu jalan raya utama di Kowloon, Nathan Road, masjid ini juga hanya berjarak 100 meter dari Stasiun MTR (jaringan kereta bawah tanah) Tsim Sha Tsui, lalu di seberangnya juga terdapat halte bis Cameron Road yang melayani lebih dari 20 trayek bis ke seluruh wilayah Hong Kong. Di seputaran masjid banyak terdapat restoran-restoran halal yang kebanyakan dikelola oleh para warga keturunan India atau Pakistan. Menguntungkan bukan? Tidak hanya dapat beribadah saja, namun kita juga bisa memuaskan lidah kita dengan berwisata kuliner di seputaran masjid dengan menu semacam nasi biryani, kebab, nasi lemak dan lainnya dengan tenang tanpa perlu ragu dengan kehalalannya.
Selain itu sebetulnya juga cukup berjalan sekitar 15 ke utara dan sampailah ke salah satu surga belanja di Kowloon, yakni Temple Market, dan cukup berjalan ke arah selatan dan tak sampai sepuluh menit, akan sampai ke Star Ferry Pier, dimana banyak terdapat objek wisata seperti Hongkong Culture Center, Avenue of Star, Salisburry Garden, dan pastinya pelabuhan penyeberangan ferry dimana Kita bisa menyeberang ke Hong Kong, dengan harga yang sangat-sangat terjangkau, dengan bonus lanskap Hong Kong dan Kowloon dari sisi wilayah perairannya.
Terimkasih untuk dukungannya Komunitas Steemit Indonesia, juga kepada para Kurator Indonesia yakni dan
Salam Komunitas Steemit Indonesia!
