The earthquake disaster and followed by the tsunami in the Palu, Donggala and Sigi regions of Central Sulawesi tugged us. What a disaster that is so terrible. Only a matter of minutes and even seconds, it was able to destroy buildings that had been built for years.
not a few of the lives of our brothers there returned to the creator. The tragic story of living eyewitnesses makes our hearts come to our senses, that we cannot avoid God's will we just surrender and try to escape from the disaster.
to our brothers and sisters who have become victims of a disaster, hopefully they will get a decent place with God. There is no power and effort that we can do except sincere prayer for them to return to God as a human being chosen as a resident of heaven.
those who are removed and including all of us to always do good and do good deeds and be obedient and obedient to God, so that we avoid this disaster.
Let us pray to our brothers there.
Bencana gempa dan disusul tsunami di daerah Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah menyentakkan kita. Betapa bencana itu begitu dahsyat. Hanya hitungan menit bahkan detik mampu meluluh lantakkan bangunan-bangunan yang bertahun-tahun dibangun.
Tidak sedikit pula nyawa saudara-saudara kita di sana kembali kepada sang pencipta. Cerita tragis dari saksi mata yang hidup membuat hati kita tersadar, bahwa kehendak Tuhan tidak bisa kita elakkan kita hanya pasrah dan berusaha melarikan diri dari bencana itu.
Kepada saudara-saudara kita yang telah menjadi korban bencana semoga mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan. Tidak ada daya dan upaya yang bisa kita lakukan kecuali doa yang tulus untuk mereka kembali kepada Tuhan sebagai manusia yang dipilih sebagai penghuni surga.
Mereka yang ditanggalkan dan termasuk kita semua untuk senantiasa berbuat baik dan beramal serta taat dan patuh kepada Tuhan, agar kita terhindar dari bencana ini.
Marilah kita berdoa kepada saudara-saudara kita di sana.