Selamat malam sahabat steemian semuanya! Bagaimana kabarnya? Semoga semuanya baik-baik saja dan selalu sanggup melanjutkan postingannya.
Baiklah, sebuah kisah bermula dari kata-kata kecepatan yang pada akhirnya justru membuanya semakin rumit untuk dipahami oleh semua orang karena selalu berkaitan dengan ilmu fisika. Hari ini, orang-orang yang mendalaminya hanyalah yang memegang gelar guru, siswa dan mahasiswa dan sekarang menjadi sebuah judul kontes dari seorang steemian yang memgang nama akun . Wal hasil saya mencoba untuk ikut kontes ini dengan bekal yang tidak terlalu banyak.
Kata-kata kecepatan sebenarnya bukanlah kata-kata yang terlalu susah untuk dipahami. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang yang dari Aceh hendak menempuh perjalanan ke Jakarta maka pastinya akan membutuhkan alat transportasi. Bila dengan menggunakan mobi, mungkin teman-teman akan memerlukan waktu sampai 4 hari. Tetapi dengan menggunakan pesawat, maka teman-teman hanya perlu waktu 2 jam 30 menit. Lantas orang akan berkesimpulan bahwa pesawat lebih cepat dibandingkan dengan mobil.
Diatas kertas kecepatan pesawat tertulis rata-rata 900 km/jam yang berarti dalam satu jam di sanggup berpindah tempat sejauh 900 km. Sedangkan mobil, rata-rata 120 km/jam yang berarti dalam satu jam mobil sanggup berpindah sejauh 120 km.
Sebenarnya apa makna tersirat dari kecepatan diatas?
Sejujurnya saya pun tidak terlalu bisa mendalami makna tersirat didalamnya. Tetapi ada satu hal yang saya yakini bahwa inilah hukum alam. Jarak tempuh merupakan keniscayaan. Ada begitu banyak jarak tempuh yang bisa dijelaskan, salah satunya adalah jaraknya kehidupan yang harus dijalani. Biasanya orang akan selalu berbicara cara tercepat untuk menuju kesuksesan. Mereka akan melakukan berbagai macam trik untuk mempercepatkannya.
Ketika kita selalu ingin cepat maka akan ada sesuatu yang tidak bisa dinikmati. Dia adalah perjuangan! Perjuangan memang pahit, tetapi ketika seseorang mengenang kembali tentang perjuangannya maka akan ada banyak pegangan yang bisa dipegang sehingga terjadi sesuatu yang mengajaknya untuk jatuh, Pegangan ini akan ditemukan kemabali.
Seorang yang berpergian dengan pesawat maka indahnya hanyalah pada saat pesawat take off dan landing. Ketika dilangit kita hanya melihat awan dan awan sepanjang jalan. Tetapi perjuangan yang di lakukan dengan menggunakan mobil, maka kita akan melihat banyak hal didunia ini sepanjang jalan yang bisa menjadi contoh untuk dilakukan ketika sampai di tempat tujuan.
Tetapi itu hanya cerita dulu. Pada masa kini saya justru ingin melihat dari sisi yang berbeda. Saat ini justru kecepatan yang dipertaruhkan untuk mencapai tujuan. Tentunya hal ini terjadi karena perkembangan zaman yang begitu pesat sehingga orang justru melihat banyak tujuan dibalik tujuan. Oleh karena itu standar zaman telah berubah sehingga mau atau tidak kita harus melakukan dengan cara secepat mungkin dan tentunya dengan hasil yang memuaskan.
Dulu orang berkata : Bekerjalah dengan hati-hati walaupun lambat yang penting benar
Sekarang orang : berkata Siapa cepat dia yang mendapat
Kata-kata diatas bukanlah sekedar kata-kata. Tetapi telah lama termaktub dalam kehidupan sejak kita memasuki era teknologi ini. Oleh karena itu, rumus kecepatan harus kita balikkan. Dahulu orang cenderung memperbesar waktu (t) sehingga besarnya kecepatan akan mengecil tetapi masih punya waktu untuk hati-hati. Hari ini justru waktunya harus diperkecil sehingga sebuah pekerjaan akan selesai dalam waktu secepat mungkin tentunya dengan kehati-hatian juga.
Oleh karena itu, pelajarilah trik-trik untuk melakukan sesuatu lebih cepat. Sehingga kita tidak akan tertinggal dan tertelan oleh zaman. Tentunya kecepatan tersebut harus dibarengi dengan aturan-aturan yang berlaku, sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.
Demikian mungkin sedikit ilmu yang mampu saya bagikan. Saya yakin teman-teman punya lebih banyak ide yang terpendam, maka tuliskanlah sehingga ide-ide baru akan muncul lagi seiring waktu berjalan.
Malang, 5 Mei 2018