Sebagian besar orang berpikir bahwa lembaga tunggal yang menciptakan/mencetak uang hanyalah bank sentral seperti Bank Indonesia, The Fed, ECB dan sebagainya. Namun sebenarnya bank umum pun kayak Bank Aceh, BNI atau apalah namanya juga memberi andil dalam menciptakan uang. Bagaimana caranya bank umum menciptakan uang?
Aku coba jelaskan dengan cara sederhana, katakanlah uang yang di cetak oleh bank sentral sebesar $100, dengan asumsi seluruh uang yang dicetak dimiliki oleh satu bank umum saja. Bank umum melalui kreditnya akan meminjamkan uangnya kepada nasabah setidaknya $50 dengan bunga bank sebesar 10%. Implikasinya peminjam harus mengembalikan uang bank sebesar $55 nantinya. Sadar atau tidak saat itulah bank umum menciptakan uang dari $100 menjadi $105. $50 masih di kas dan $55 lagi adalah uang yang harus dikembalikan oleh peminjam kepada bank umum. Jika uang yang di cetak oleh bank sentral hanya sebesar $100, dari manakah peminjam uang bisa mendapatkan sisa $5 lagi untuk mengembalikan pinjamannya? Uang tambahan $5 ini hanyalah uang virtual yang diciptakan oleh bank umum yang sama sekali tidak tersedia bentuk rillnya. Bayangkan jika ada ribuan bank umum dan lembaga keuangan lainnya yang telah menciptakan uang virtual (hanya angka2 saja tanpa ada uang rill) dalam sebuah sistem perekonomian yang begitu kompleks!!
Bingung? Aku juga..
Itu lah mungkin salah satu sebabnya perekonomian dunia saat ini begitu rentan terhadap krisis karena banyaknya pertumbuhan uang yang tidak rill. Apakah Crypto Currency bisa menjadi solusi untuk masalah ini? Nanti aku pelajari lagi ya...
Salam steemian.