Bagi saya, seperti banyak orang, Yogya adalah Kota Segala: Kota Budaya, Kota Kenangan, Kota Pelajar, Kota Wisata, Kota Perjuangan, tapi buat saya bukan Kota Mantan sebab saya tidak punya mantan di sana.
Tahun 2000 silam ketika menikah, saya memutuskan bulan madu di Yogya. Tapi ini lebih karena pertimbangan biaya daripada budaya dan romantisme. Ada adik Bapak saya di sana, jadi sudah menghemat akomodasi.
Jadi, Yogyakarta adalah Kota yang paling sering saya datangi secara khusus, bukan sekadar transit, setelah Jakarta.
Kali ini, saya mendatangi Jogya atas undangan panitia Jogyakarta International Literary Festival (JogLitFest) yang kegiatan pusatnya berlangsung di Museum Vredeburg, persis di Malioboro yang terkenal itu.
Meski sering ke Jogya, mengunjungi Borobudur di Magelang justru jarang. Baru tiga kali ini saya ke sana, yang terakhir karena ada Ida Fitri dan Jeli Manalu, dua penulis perempuan yang juga diundang ke JogLitFest 2019. Jadi, kunjungan kali ini tidak secara khusus.