Vespa PX merupakan salah-satu dari sekian banyak tipe Vespa yang diproduksi Piaggio Italia dengan model Nouvalinea, yaitu satu model yang baru di zamannya. Vespa PX pertama kali diproduksi pada tahun 1977 di Kota Milan dengan kapasitas silinder 125cc, kemudian setelah cukup memuaskan dari segi pemasaran, Vespa PX semakin dikembangkan menjadi beberapa varian model, semisal: Vespa P 200 E. Pengertian huruf 'E' pada serie px tersebut adalah pengapian yang sudah memakai sistem 'elektronik', kemudian disusul pada tahun 1978 yang memakai Seires P 150 X dan Series P 80 X pada tahun 1981.
Sukses dengan sistem 'elektronik' yang diterapkan pada vespa-vespa PX yang menggunakan serie 'E', pada tahun 1982 Piaggio mengusung jenis Vespa PX Arcobaleno dengan Series Lusso yang pemasarannya di luar negara Italia.
Vespa PX Series Lusso merupakan pengembangan dari series PX sebelumnya; dengan inovasi kunci setang yang sudah menyatu dengan stop kontak mesin, pemisahan bahan bakar dan oli samping, pemisahan kabel rem depan yang diubah menjadi terpisah sehingga lebih mudah untuk perawatan, selain itu tool box di bawah setang juga menjadi lebih besar.
Jika dihitung mundur dan dibandingkan dengan tipe vespa lainnya, Vespa PX tentunya lebih unggul, mulai dari tahun lamanya vespa px 'melanglang-buana' di pasar scooter dunia sampai spesifikasi mesin yang dihadirkan lebih mutakhir dan sempurna. Sesungguhnya jika menilik dan melirik lebih jauh varian Vespa PX yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, ada banyak variannya, seperti :
.
.
.
.
.
.
.
Lokasi : gedong, aceh Indonesia
.
Sebagai note : Dan kenapa pasar Vespa PX di Indonesia dan Jenis Vespa lainnya yang diproduksi di atas tahun 1976 berkepala kotak? Dari beberapa sumber mengatakan: kalau pada tahun tersebut (1976) lampu kotak dianggap lebih modern daripada bulat, hal ini berdasarkan survey dan pengalaman assembled Vespa Sprint Veloce yang kurang laku ketika memakai stang bulat.
Pemroduksian Vespa PX berlangsung dalam kurun waktu kurang-lebih 33tahun, dan pada tahun 2008 pemroduksian tersebut resmi dihentikan, dikarenakan gas buang yang dihasilkan dari kendaraan Vespa tidak memenuhi standar emisi dunia.
Pada kevakuman tersebut, LML yang berbasis di India, mengambil alih pasar scooter dunia di bawah lisensi Piaggio Italia. LML resmi menggunakan bodi yang serupa PX untuk kendaraannya dan mengusung mesin 2 langkah dan 4 langkah di dalamnya. Saat itu LML cukup booming di berbagai penjuru dunia.
Kevakuman perusahaan Piaggio untuk memroduksi tersebut tidak berlangsung lama, perusahaan Piaggio pada tahun 2011 kembali menggebrak pasar scooter dunia dengan varian Vespa New Px yang berbasis bahan bakar 2-langkah emisi Euro 3, tak tanggung-tanggung harga yang ditawarkan pun cukup fantastik dibanding vespa PX sebelumnya.