Durban merupakan salah satu kota laut di propinsi zulu, berada di sebelah timurnya capetown afrika selatan. Dari johanesburg jika menggunakan pesawat 40 menit jarak tempuh. Kota tepi laut berbukit ini berhadapan langsung dengan samudra hidia. punya pemadangan yang eksotik yang saya saksikan dari lutan.
Selama beberapa bulan drydock di qatar sehabis mengerjakan proyek penggalian canal baru di egypt kapal ibn. Battuta berlayar ke dubai dan stanby disana untuk beberapa bulan. Di dubai kapal ibn. battuta tidak jauh berlabuh dari palm island jebel ali.
Awal November 2015, kami mendapat kabar bagus, bahwa ada pengerjaan proyek ekspansi pelabuhan baru di takoradi ghana. Dan akhir november kapten memutuskan untuk berlayar meninggalkan dubai. Dalam perjalanan menuju ghana kapal ibn. Battuta pernah singgah di durban, south afrika untuk pengisian bahan bakar sekalian crew change, ada beberapa orang yang sign off dan sign on. Cuma dalam hitungan 12 jam setelah itu kapal ibn. battuta kembali berlayar lagi mengitari benua afrika. Jadinya semua crew tidak mendapat kesempatan untuk berpesiar ke darat.
Pagi itu tanggal 10 desember 2015 cuaca sedikit berkabut, mendung dengan rintik hujan kapal ibn. Battuta tiba di perairan laut durban south afrika sekitar jam setengah 6 subuh. Sebelumnya beberapa hari belakang kami melewati equator line dan mengadakan equator croosing line ceremony yang pernah saya tulis. Laju kapal mulai pelan karena menunggu pagi agak terang untuk masuk pelabuhan.
Pelan-pelan kapal ibn. Battuta mendekati pelabuhan durban, baru sekitar pukul 7 pagi jarak kapal kami sekitar 3 mil dari daratan sebuah hellicopter mendekati kapal kami, hellicopter tersebut membawa seorang port pilot guide untuk menuju masuk pelabuhan. Ini baru pertama kalinya saya melihat seorang port pilot di antar ke kapal memakai hellicopter. Sebelumnya di pelabuhan negara-negara lain hanya di antar memakai jasa service boat.
Matahari mulai muncul dari sisi kiri kota yang bergunung ini, pelan-pelan setelah pilot port di atas kapal, kapal ibn. battuta mulai mengarah ke pintu masuk pelabuhan. Beberapa lumba-lumba mengekori dari samping belakang kapal, seakan menyambut kedatangan kami ke kota ini dan mengantar kami masuk hinggi di tepian pelabuhan. Setelah itu mereka menghilang. Lumba-lumba yang sangat ramah. Juga di sisi kanan pelabuhan terdapat segaris pantai yang tampak bersih, kasur berpayung berjejer di tepi pantai tersebut. Tampak shark net buoy melindungi mengelilingi sepanjang area pantai tempat berenang. Pantai ini bernama addington beach
Kapal ibn. battuta melaju masuk ke dalam harbour. Deck crew bersiap untuk melempar tali tambat. dan alongside di sebuah jetty dengan bantuan beberapa tug boat.
durban memang salah satu kota pelabuhan yang paling sibuk di afrika. Dan merupakan gerbang pintu masuk Berbagai komoditas di afrika selatan ini. Itu terlihat dari padatnya traffic kapal-kapal jenis kontainer keluar masuk pelabuhan. Juga tampak beberapa cruise ship berlabuh disana. Dari laut saya menyaksikan kota durban yang indah dengan tata letak gedung-gedung kota yang bertingkat berjejer di sepanjang garis pantai.
Disisi kiri kota tersebut tampak jelas lapangan bola kaki cembung menjulang ke atas berwarna putih bergaris vertikal. Ya, stadion moses mabhida. Masih ingat pegelaran akbar piala dunia, pesta olah raga sepak bola 2010 yang di adakan di south afrika. Stadion moses mabhida ini pernah di pakai dalam laga semifinal antara spanyol dan jerman. Spanyol unggul satu nol dan melaju ke final berkat sundulan kepal carles puyol. Sekaligus Stadion ini menjadi saksi atas keramatnya paul sang gurita prediksi itu. Waka waka ee!
Di jaman kolonial inggris pernah berkuasa di kota ini, nama durban sendiri di ambil dari nama gubernur kolonial yang berkuasa pada saat itu yaitu sir benjamin D'urban. Kolonial inggris banyak mendatangkan orang-orang india untuk dijadikan pekerja di ladang tebu. Maka tidak heran disini hampir sebagian besar warga india hidup berbaur dan menjadi warga negara afrika selatan. Selain itu juga banyak orang-orang kulit putih keturunan eropa menetap di kota ini.
Jika nelson mandela adalah pejuang bagi ras kulit hitam yang tertindas oleh kolonial yang hidup di tanah afrika, maka mahatma gandhi datang ke kota ini untuk menyelamatkan kaumnya yang di jadikan budak oleh kolonial inggris. Dia mengorganisir beberapa orang india yang tinggal di afrika khususnya durban dan menyuara pergerakan antidiskriminasi yang digagasnya pada 11 September 1906.Gandhi mendeklarasikan perjuangan tanpa kekerasan. sumber
orasi mahatma gandhi
perjuangan tanpa kekerasan adalah senjata yang benar-benar berani. Menjadi budak dari rasa takut adalah bentuk terburuk dari perbudakan. Inilah cikal bakal gerakan Satyagraha yang legendaris itu. orasi di lapangan terbuka di kota johanesburg
patung mahatma gandhi di durban propinsi zulu
Itu sedikit sejarah yang saya baca tentang durban. Juga di kota itu terdapat patung mahatma gandhi di komplex settlement durban. Dan namanya juga di lakatkan pada sebuah jalan utama di kota tersebut sebagai bentuk penghargaan atas jasa nya memperjuangkan orang-orang yang tertindas (baca : budak) pada masa kolonial inggris.
Pada jam 5 sore pengisian bahan bakar (bunkering) selesai, petugas pelabuhan naik ke atas kapal untuk melakukan stowaway (penumpang gelap) yang kemungkinan bersembunyi di sudut-sudut kapal. Mereka membawa serta anjing pelacak menyusuri hingga bagian-bagian tersembunyi.
Setelah semua selesai, kami di deck bersiap-siap untuk melepaskan tali ikatan kapal. Beberapa tugboat (kapal pandu) membantu menarik kapal kami menjauh dari jetty. Kapal ibn. Battuta ready sailing away meninggalkan durban menuju barat matahari tenggelam. Samar-samar gemerlap kota durban mengecil dan menghilang.