Teungku Dianjong merupakan seorang ulama besar di Aceh pasa masa kerajaan Sultan Alauddin Mahmud Syah pada tahun 1760 - 1781 M.
Beliau dikenal sebagai ulama tasawuf dan juga berperan sebagai ulama fiqih yang terkenal.
Namanya di jadikan sebagai nama sebuah mesjid di daerah desa peulanggahan kota banda aceh, mesjid Tgk Dianjong, yang jga terletak satu komplek dengan makam Tgk Dianjong itu sendiri.
Di situ jga terdapat sebuah bangunan untuk mengingat para korban tsunami yang terjadi 26 Desember 2004 silam, korban yang namanya tertulis namanya di bangunan tersebut adalah para korban yang dari daerah sekitar desa daerah tersebut.