Hai sahabat , apakabar semua. Semoga hari-hari kita selalu menyenangkan tanpa ada kekurangan satu apapun.
Hari ini kita bercerita tentang hari Puisi Dunia yang diperingati setiap 21 Maret setiap tahunnya. Hari Puisi Dunia atau World Poetry Day berawal dari pertemuan UNESCO ke-30 di Paris, Francis pada Oktober – November 1999.
Pascapertemuan tersebut, Peringatan Hari Puisi Dunia untuk pertama kali dirayakan pada 2000. Bersamaan dengan peringatan tersebut juga, pada 21 Maret dinobatkan sebagai Hari Penghapusan Diskriminasi Ras.
Penetapan Unesco ini dilihat sangat sederhana, namun dalam maknya. Diantaranya Unesco mempertimbangkan kebutuhan estetika yang merupakan kebutuhan manusia dan puisi dapat memenuhi kebutuhan ini.
Disamping itu dalam 20 tahun terakhir, ketertarikan pada puisi oleh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia bahkan Aceh semakin meningkat dengan banyak kegiatan yang melibatkan puisi sebagai tofik ceritanya.
Dari itu disejumlah daerah di negara-negara bermunculan penyair baru, begitu juga di Indonesia, bahkan Gayo yang notabene gudang penyair di Aceh, juga banyak lahir para sastrawan baru.
Dan Kopi merupakan salah satu objek yang indah dirangkai dalam tarian kata-kata. Berikut ini, dua puisi yang mungkin bisa dicicipi sambil menyerumput si hitam:
CERITA SECANGKIR KOPI
menterjemah pikiran kosong
pada secangkir kopi yang mulai mengering
dan.....
makna itupun
menghapus kosong dan kering yang membasah
Banda Aceh, 18 Nop 2012
KUNG 02.17 WIB
dingin yang menusuk tulang belulang
membayar dendam rindu
pada tanah, awal kaki berpijak
dalam secawan arabika
mimpipun terasa indah
Kung, 28 Juni 2013
Selamat hari Puisi Dunia
BandaAceh, 21 Maret 2018