Rekan Stemian, dalam beberapa postingan akhir - akhir ini saya cendrung menulis tentang pertolongan, hal ini mungkin sedang menjadi sebuah manfaat yang penting bagi saya sendiri dan mungkin bermanfaat pula bagi rekan semua, Semoga.
Stemian colleagues, in some recent posts I am inclined to write about help, this may be an important benefit for myself and may be beneficial to all colleagues, I hope.
Berikut saya akan menceritakan tentang perjalanan saya keberbagai Kabupaten/Kota di Aceh sebagaimana yang pernah saya tulis dalam postingan sebelumnya, Namun tulisan ini bercerita tentang pertolongan yang saya dapatkan dari orang – orang yang saya temukan dalam perjalanan tersebut.
Here I will tell you about my trips to various districts/cities in Aceh as I have written in previous posts, but this article tells about the help I get from the people I found on the trip.
Kisah pertama adalah saat saya berangkat dari Kota Banda Aceh menuju Sigli, Kabupaten Pidie untuk melakukan Survei tentang konsumen rokok, sesampai di Pengunungan di Seulawah – Aceh Besar peristiwa naas terjadi, ban sepeda motor saya bocor dan karena jarak antara Banda Aceh dan Sigli itu dekat, maka saya tidak membawa banyak uang.
The first story is when I departed from Banda Aceh cities to Sigli, Pidie District to conduct a survey about cigarette consumers, arriving in the mountains in Seulawah - Aceh Besar unfortunate incident occurred, my motorcycle tire was leaked and because the distance between Banda Aceh and Sigli was close, then I do not bring a lot of money.
Karena bocor ban diluar perencanaan, maka saya harus mengeluarkan biaya tambahn untuk itu dan syukur uang yang saya bawa cukup untuk membayar biaya tempel ban, namun sialnya pada pada perjalanan seteleh menempel ban tadi selesai, ban sepeda motor saya kembali bocor di tempat yang lain namun masih dalam kawasan Seulawah.
Because the tire leaks out of planning, then I have to pay additional fees for it and thank goodness that I bring enough money to pay for the outboard costs of the tires, but unfortunately on the trip after the tire was closed, my motorcycle tire back leaked in another place but still in the Seulawah area.

Jalan kawasan Seulawah - Aceh Besar/Road of Seulawah Area, Aceh Besar district
Pada saat tempel ban kedua kalinya, menurut mekanik di bengkel tersebut, ban dalam sepeda motor saya harus diganti, karena sudah sering bocor dan tempelannya sudah terlalu banyak, disinilah timbul masalah, karena sisa uang saya hanya cukup untuk tempel ban sekali lagi sementara untuk membeli ban dalam baru, uang saya tidak cukup.
At the time of outboard tire the second time, according to the mechanic in the workshop, the tires in my motorcycle have to be replaced, because it is often leaked and the patch is too much, here is the problem, because the rest of my money just enough to paste the tire once more temporarily to buy the tire in new, my money is not enough.
Saya dengan jujur mengatakan tentang kepada mekanik di bengkel itu bahwa saya dalam perjalanan ke Sigli, namun dikawasan Seulawah ini tidak ada ATM untuk mengambil uang, sementara uang yang saya miliki hanya cukup untuk menempel ban dan untuk membeli ban dalam baru saya tidak punya uang kontan.
I honestly told the mechanic at the workshop that I was on my way to Sigli, but this area of Seulawah does not have an ATM to take money, while the money I have is just enough to stick to the tires and to buy new inner tires I have no cash.
Aneh, mekanik bengkel yang baru saya kenal ini bilang, tidak masalah, ambil saja ban dalam baru dan nanti sewaktu abang sudah di Sigli, saya juga akan kesana, nanti disana abang bayar, katanya, saya di Sigli hanya dua atau tiga hari, kemudian saya akan melanjutkan perjajalan ke Lhokseumawe, sebut saya cemas.

Kota Sigli 110 Kilometer dari Banda Aceh/Sigli City, 110 Kilometers from Banda Aceh
Strange, the mechanic of the new workshop I know, it does not matter, just take a new tire and then when my brother is in Sigli, I'll be there too, there will be my brother, he said, I'm in Sigli only two or three days, then I will continue the trip to Lhokseumawe, call me anxious.
Makanik bengkel menanyakan, abang menginap dimana nanti, di Wisma Paris sebut saya, ya sudah nanti abang titip saja uangnya disana kalau saya belum ke Sigli ucap mekanik itu ikhlas sekali dia pikirku.
Mechanics workshop was asked, stay where later, at Paris Guesthouse call me, yes already brother just leave the money there if I have not been to Sigli mechanical say it sincerely he thought I was.
Ok kalau begitu dan terimakasih kamu mau percaya sama saya, yang tidak masalah sabut mekanik yang baru saya kenal itu sambil menggantikan ban dalam sepeda motor saya dengan yang baru walaupun saya tidak punya uang untuk itu.
Ok then and thank you for believing in me, which is not the problem of the new mechanical coir that I know while replacing the tires in my motorcycle with a new one even though I do not have money for it.
Selanjutnya saya meneruskan perjalanan ke Sigli dan setelah tiga hari disana, mekanik bengkel di Seulawah yang baik hati belum juga ke Sigli, sementara saya harus melanjutkan perjanalan karena pekerjaan saya di Sigli sudah selasai.
Next I went on to Sigli and after three days there, a nice mechanic workshop in Seulawah had not yet been to Sigli, while I had to continue traveling because my work at Sigli was done.
Lalu saya menelpon mekanik tadi dan menyampaikan bahwa saya mau berangkat ke Lhokseumawe, tidak apa bang lanjutkan saja perjanananya kata dia, uang untuk bayar ban dalam baru, abang titip saja pada pemilik Losmen, nanti saya ambil katanya.
Then I phoned the mechanic and told him that I want to go to Lhokseumawe, it's okay just continue the trip, he said, the money to pay for a new tire, brother just leave it to the Innkeeper, I'll take it.
Ya Tuhan baik sekali hamba-Mu ini ucap saya membatin bahkan dia yakin saya akan jujur menitipkan uang untuknya, sambil mendatangi petugas Losmen dan menitipkan uang seharga ban dalam milik si mekanik bengkel yang bahkan saya tidak tahu namanya itu.
Oh my good Lord Your servant said I thought even he was sure I would honestly entrust the money for him, as he went to the officer of the Inn and entrust the money for the tire in the mechanical workshop that even I do not even know his name.
Setelah dua hari bekerja di Lhokseumawe, saya mendapatkan telepon dari mekanik tadi, dia mengabarkan bahwa uangnya sudah dia ambil dan saya senang sekali.
After two days working in Lhokseumawe, I got a call from the mechanic before, he told me that he had taken the money and I am very happy.
Demikian salah satu kisah saya yang mengesankan tentang kebaikan hati seseorang yang sama sekali tidak saya kenal dan menurut saya inilah pertolongan Tuhan yang tiada batasnya, kapan, dimana, melalui siapa? Dia akan terus membantu hamba-Nya dengan perantaraan hamba yang lain dan hamba yang dijadikan-Nya perantaraan tadi juga akan mendapatkan hal yang sama dari hamba yang lain lagi,i nilah yang disebut karma.
That is one of my impressive stories about the kindness of a person I know nothing about and I think this is God's infinite help, when, where, through whom? He will continue to serve His servant through the other servants and the servant whom he made will also get the same from the other servants again, this is what is called karma.
Cerita diatas hanya satu dari banyak cerita serupa yang saya alami dalam perjalanan kerja saya sebagai pekerja survei/Riset Marketing diseluruh Aceh.
The story above is just one of many similar stories I experienced in my work as a survey worker/Marketing Research throughout Aceh.
Jika rekan stemian berkenan membaca dan tertarik serta bermanfaat maka beri komentar, apa saya harus melanjutkan cerita saya yang lai, dengan kejadian berbeda namun kisah yng sama tentang bantuan hamba – hamba Tuhan dalam perjalanan saya dan jika tidak jangan beri komentar apapun.
If a fellow stemian is interested in reading and interested and useful then comment, do I have to continue my other story, with different events but the same story about the help of God's servants on my journey and if not please give any comment.