Aku hanya menyaksikan dari dalam tidur lelapku, disaat sang revosioner memfatwakan kebenaran di benarkan oleh orang yang ingin perhatian, ini seperti drama dalam hayalan, tetapi kenyataan di dunia maya, dan ini menjadi sebuah film dramatis yang sedikit lucu, walau tak selucu film komedi. Menari atas kemenangan seperti pejuang merebut kota Aleppo di suriah. atau pejuang yang merebut kota Mosul di Irak seperti film India Take OFF. Kisah film 12 Strong yang di bintangi oleh Chris Hemsworth si pemuda tampan THOR ini pun sangat menarik, mereka berhasil merebut AFGANISTAN dari tangan Thaliban setelah rezim sebelumnya berhasil di gulingkan dan menciptakan pemerintahan baru di bawah kendali Amerka Serikat untuk bisa tunduk dan patuh pada Tuannya, dan sosok Custom sebagai tokoh yang membantu team 12 Strong menjadi wakil Presiden Afganistan di tahun 2015 lalu.
Pasukan ini di angkat dari kisah nyata, 12 kekuatan pasukan khusus yang dikirim ini bertugas untuk melanjutkan misi mengirimkan titik koordinat tempat persembunyian para pemberontak, misi ini di targetkan berjalan 2 tahun dan berhasil dalam kurun waktu 3 bulan lamanya dan mereka sukses memberantas pasukan perlawanan.
Walau ini hanya sebuah film yang diangkat dari kisah nyata, banyak sisi menarik menjadi pelajaran, bagaiamana bisa 12 orang dalam satu team bekerja secara solid, dengan anggota yang berjumlah 12 mampu meruntuhkan seluruh pemberontak, mengapa bisa? karena ada Power di belakangnya, senjata mematikan dikirim ke titik koordinat untuk membunuh semua yang di anggap berlawanan dengan mereka. dan jika mereka melakukannya dengan perang terbuka sungguh ini bukanlah perlawanan yang sebanding antara pasukan 12 + milisi berhadapan dengan ribuan pejuang. Tetapi hanya dengan menjadi penyusup untuk mencari kelemahan, kemenanagan di raihnya dengan mengirim Power (BOM) dari pesawat tempur sesuai target sebagai bala bantuan .
Postingan ini bukan tentang cerita film 12 Strong, itu hanya sedikit kutipan mengisi artikel ini tentang SOLIDnya sebuah team dalam melakukan aksinya, walau ada PRO dan KONTRA di dalamnya, begitu juga dengan kita, Pro dan kontra dalam memberi sudut pandang yang berbeda, bukan melahirkan management conflict di ranah negeri sendiri, tetapi meminimalkan situasi yang bisa memunculkan beragam stegment hingga akhirnya terjadilah perpecahan. Dan sang revosioner pun muncul bak pahlawan dan membenarkan yang semestinya itu bukanlah sebuah kebenaran, tapi masih dalam tahap kajian yang masih banyak perlu pertimbangan sebelum kebenaran itu real.
Seperti Pro dan kontra yang kerab mengisi warna steemit kita, tetapi jika di pikirkan segala yang kontra yang bersifat kritik adalah lumrah,Kritikan bukan berarti benci atau sebuah untaian kata yang tak bermakna akan tetapi kritikan itu merupakan sebuah nasihat dan bentuk dukungan agar kita bisa terus maju. Namun terkadang kritikan dianggap sebagai bentuk perlawanan inilah kesalahan penafsiran sehingga menimbulkan PRO dan Kontra yang beragam. dan menyulut kebencian, akhirnya jadi amarah yang dalam dan melahirkan emosional karena filter ego telah hilang bersama mata merah bak setan yang kepananasan dan akhirnya kita menjadi benci jika di kritik karena batin telah membenarkan keinginan dan kritik selalu menjadi penghalang.