Terkadang orang mengatakan “Mengarang itu gampang”. Saya belum tentu setuju, karena kenapa? Menulis ataupun mengarang untuk dijadikan sebuah tulisan itun susah, artinya harus dilalui tahapan serta proses yang membuat seseorang mikir cerdas. Lantas bisakan kita melakukannya? Tentu saja bisa, asalkan kita mempunyai kemauan dan tetap menulis dan menulis sampai sejatinya diri kita mendapatkan kenyamanan dalam menulis.
Nah, usahakan untuk mewujudkan sebuah keinginan tersebuat jangan ditunda-tunda. Karena Ide dan atau mood itu sering sekali datangnya tiba-tiba dan menghilang pun tanpa pamitan. Oleh karena itu, kalau tidak di esekusi segera mungkin atau di manfaatkan sangat sayang bukan?
Sejatinya seorang yang menulis tentu punya harapan atau tujuan. Baik itu tentang hasil sebuah percobaan, wawancara, karangan, gagasan yang dipersipapkan secara personal, atau seebuah cerita fakta yang mau dicetuskan dalam tulisan nantinya. Nah, untuk supaya mudah melakukannya pasti kita membutuhkan refernsi. Tidak sampai disitu juga, terkadang perkumpulan (kelompok) ikut berperan juga dalam menulis.
Toh sudahkah kita mendapatkan suatu kelompok yang saya maksud? Kalau sudah pasti akan paham yang saya maksud, kalau memang belum ayo bangun relasi dalam sebuah kelompok untuk sebuah kemajuan dalam menulis. Kenapa saya katakan begitu, lazimnya seorang penulis butuh motivasi serta wawasan dan pergaulan yang luas untuk personal dirinya.
Kembali lagi dalam menulis sebuah cerita, Cerita adalah salah satu bentuk tulisan atau karangan fiksional yang memiliki struktur dan panduannya. Karena menulis sebuah cerita mimiliki sebuah tahapan serta kompleks. Contohnya saat menulis sebuah cerita tentang tokoh tertentu, disini harus lengkap dengan peristiwa yang terjadi. Oleh karena itu, harus pandai dalam menghidupkan cerita baik pengunaan kata dan kalimat, dan sebagainya.
Nah, seperti saya ungkapkan diatas menulis cerita harus kompleks. Dengan demikian, harus membuat cerita yang hidup suasana saat orang membaca tulisan kita. Maka, harus anda perkaya imajinasi sedimikian rupa untuk menghidupkan suasana pembaca. Setiap sajian sebuah cerita harus mempunyai sisi uniknya, menarik dan pencarahan terhadap pembaca.
Dengan hal ini, tetap munulis dan menulis. Belajar dan terus belajar, jangan pernah menyerah dalam mendapatkan sebuah kosa kata dengan pengkayaan ilmu yang dituangkan dalam tulisannya. Memang menulis butuh proses untuk bisa memikat hati pembaca untuk terus menurus membaca tulisan sampai habis.
Maka, yakinkan diri anda bisa melakukannya semua, serta kemuan dan keyakinan dalam berusaha untuk berproses. Oleh sebab itu, mari menulis baik tentang cerita, seni, kehidupan, kesehatan, motivasi dan lainnya. Sukses selalu dengan tulisannya. Semangat!