Begitulah ingin yang tak terbatasi, berlari kesana kemari mencari dan memenuhi hasrat hati. Menyamar siapa untuk siapa waktu terbuang hanya untuk canda. Sehingga lupa diri apa yang berarti di hidup ini.
Berbagai ambisi netra, membaca, melihat, tercerna di hati dan memahami . apa yang di cari kesana kemari, tak lebih hanya kesemuan belaka, terlihat indah mempesona, tak sadar aib sendiri terbuka. Itulah berlebihnya ingin tak berbatas.
Berartinya napas tak tersadari, hidup pasti akan mati. Tiadakah bekal yang terbawa, sudahkah ada jaminan hidup mulia di sana. Ah ilusi saja dan sok suci, "katanya".
Di lubuk hati tersentuh, namun bibir mengingkarinya sebab ke sombongan masih membeku di hati. " Ini aku ", lalu jika tidak ada napas bisa apa bisakan bilang " ini aku". Duhai ingatlah siapa diri sebagai musafir di bumi ini.
" Dan batasan napas rahasia-Nya "