Dua hari setelah aku mencoba mendaftar untuk ketiga kalinya, ada pesan yang masuk ke surel gmail yang notabene adalah surel keduaku. Pesan yang berisikan bahwa akun steemit-ku sudah disetujui dan aku mengikuti langkah berikutnya untuk mendapatkan password. Artinya aku terdaftar di Steemit melalui surel kedua, entahlah bagaimana yang ketiga kemarin.
Rasanya dua kali mendaftar saja sempat membuat hatiku ketar-ketir. Pasalnya aku sudah promosi steemit ke anggota keluarga lainnya. Pada suami , ponakan yang suka menulis, adik, abang
, rekan di organisasi, pokoknya yang gemar menulis, semua aku ceritakan sekomplit yang aku tahu saja melalui teman di komunitas Gam Inong Blogger yang sejak bulan lalu terjangkit Steemit fever.
Senang, sih, sebenarnya. Awalnya grup tersebut cukup dinamis, setelah Steemit fever mewabah, grup semakin menggila bagai cacing kepanasan. Notif lup lup dup (ritme jantung normal) tetiba berubah menjaditang ting tung teng tong! Heboh bukan kepalang. Aku merasakan semangat menulis teman-teman juga menanjakt tajam.
Celetukan-celetukan Bang makin bernas dan tak ayal membuatku ngakak tengah malam. Kak
, sebagai Ratu Blogger Aceh, nggak kalah heboh. Seperti biasa Kak Eqi menularkan kehebohan dan keceriaannya ke seluruh anggota grup. Aku suka tipikal teman yang kerap membuatku positif dan ketularan bahagia seperti Kak Eqi. Pernah membaca novel klasik Pollyana karya Elanor H. Porter? Pollyana yang gemar menularkan kebahagiiannya dengan Permainan Sukacita Nah, begitulah Kak Eqi di mataku.
Bahkan kakak blogger yang jam terbangnya Masya Allah, Kak sudah mulai nyemit juga. Whooo!! Apa lagi yang ditunggu, nuraniku tergedor (sangkin kerasnya ketukannya. ahahaha)
Ada dengan konsitensinya yang mengagumkan.
,
,
,
,
,
,
, Liza
, Ustaz
, Rio
, Bang Yudi
, adinda
, semuanya mulai pamer-pamer postingan. Ayu
malah dahsyat, di #introductionyourself langsung mencuri perhatian para steemian.
Kalau abang dan
,
agak sering terbatuk-batuk atau sekadar tersedak, jangan terlampau heran. Yang mensyen banyak soalnya, aku termasuk yang sering, hehehe. Salam kenal ya, Bang.
Lalu kelas Forum Aceh Menulis, yang digagas oleh Pak Yarmen Dinamika juga mulai membuka kelas Cerdas Mengelola Steemit. Audiens membludak.
Hari itu di FAMe kedatangan pemateri istimewa, seorang Stemian kawakan but so humble. Siapa yang tak kenal Bang . Beliau berhasil memesona anggota forum dengan paparannya yang cukup gamblang dan mengena tentang platform menulis bernama Steemit.
Setelah gencar promosi, semua yang aku prospek dan sudah mencoba mendaftar, esoknya menghubungiku, “Kak, sudah dapat password, nih. Terus diapain?”
Dududududu... kok, aku belum ada pemeberitahuan password, ya? Batinku.
Belum lagi link postingan terbaru kawan-kawan Blogger yang sekarang juga berstatus sebagai Stemian tak henti-hentinya seliweran di WAG Gam Inong Blogger. Aku menikmati tulisan-tulisan renyah teman-teman lainnnya tanpa bisa berbuat apa-apa. Upvote-pun tak mampu aku klik, bukan karena sangking fakirnya steem power-ku,melainkan akun pun aku tiada. Sakitnya, tuh, di sini! Hahaha.
Ya, nggak sebegitunya kali, tapi kurang asik lah. Seperti komentar –diam-diam sebenarnya aku naksir tulisannya sudah cukup lama-- saat kusampaikan kabar akhirnya aku diberi password juga, “Barulah bisa connect ngobrolnya ya, Kak.” Hahaha, jadi selama ini agak disconnect rupanya.
Hm, motivasi yang menggerakkan aku pribadi untuk menjadi Stemian yang mungkin juga dirasakan teman-teman lainnya adalah, banyaknya keunikan platform sosial media dan blog yang berbasis Blockchain ini, apalagi sistem desentralisasi yang tidak merugikan user. Yang ini mungkin lebih mudah dipahami kalau dijabarkan oleh rekan sekaligus adik yang paling sering ingin aku jewer telinganya karena ogah meladeni pertanyaanku. Mau bilang apa lagi, memang berpuluh kali lipat expert dibandingkan aku. Aku biasa menggelarinya ‘Iqbalpedia’ sebab di WAG Gam Inong Blogger ia adalah Mr. Knows Everythings. Hehehe.
Lalu Bang yang baru saja didapuk menjadi koordinator KSI Chapter Barsela, selamat ya, Baang! semprot sampanye
Juga yang sering kucurhati saat password tak kunjung datang. Kak Mirrr, mereka suka memanggil. Terima kasih sudah berbagi ilmu ya, .
Akhirnya, punya sesuatu yang memanggil-manggil untuk terus produktif berkarya adalah sebuah anugerah. Apalagi ada teman-teman yang senantiasa mengingatkan untuk melatih jam terbang menulis. Hm, nikmat mana lagi yang kau dustakan?