Menulis bisa dijadikan terapi jiwa. Di mana dengan menguntai kata demi kata, kita bisa menuangkan ide-ide di dalam imajinasi. Banyak orang yang menulis karena hobi, dan mengekspresikan diri. Kemudian menekuni bidang tersebut dengan sungguh-sungguh, sehinnga berbuah manis dengan menjadikan sebagai sumber pendapatan. Saya sendiri merasakan hal yang sama. Hobi yang selama ini saya tekuni, memberikan saya banyak kejutan demi kejutan hingga mempertemukan saya dengan rekan-rekan hebat di Steemit.
Buku Perdana bertajuk "Wanita di Balik Badai"
Tulisan mengajarkan saya tentang kehidupan, dan mengenalkan saya pada dunia.
Menulis dibutuhkan motivasi kuat, sehingga selalu tertanam di dalam hati dan s0 memompa semangat untuk terus berkarya. Karena tidak sedikit rekan-rekan saya yang mengalami Stuck alisan mengganggap menulis adalah suatu hal yang membosankan, sehingga enggan menjalaninya sebagai rutinitas secara konsisten. Akhirnya pupus sudah keinginan berbagi manfaat melalui karya.
Bertemu dengan penulis-penulis muda dan berbakat di luar negeri.
Nah ..berikut ini adalah alasan saya mengapa menulis, mungkin alasan kita bisa sama, sehingga sama-sama menguatkan.
Here we Go!
1. Menulis, Sarana Berkarya dan Berbagi Kebaikan
Ini adalah alasan sederhana saya dalam menulis, yakni menggoreskan aksara demi aksara sebagai pengukir sejarah dalam kehidupan di dunia. Untuk itu, terus berusaha menyajikan tulisan yang menebarkan kebaikan, tanpa dibubuhi ujaran kebencian yang bisa mengakibatkan keretakan atau terjadinya perdebatan dari hasil yang menganalisa tulisan kita. Karena sebuah karya, adalah cerminan dan jati diri dari siapa si empunya tulisan tersebut.
Bertemu executive muda dari Kartu AS 2in 1 Taiwan
2. Sebagai Terapi dan Mengasah Kreatifitas
Menulis juga sebagai ekspresi jiwa, sebagai sarana untuk penyembuhan. Dengan menulis kita dapat mengurangi beban-beban pikiran yang selama ini terpendam. Dengan konsisten berkarya, imajinasi dan kreatifitas kita dalam berkarya akan semakin tajam. Ibarat sebuah mata pisau, jika setiap hari diasah, maka akan menjadi tajam dan berkilau. Apalagi jika menulis dilandasi dengan iman dan ketaqwaan yang tinggi, maka setiap karya yang kita buat, akan selalu bermanfaat bagi orang lain, dan menjadikan amal jariyah bagi penulisnya.
3. Menulis sebagai Sarana Belajar dan Berdakwah
Melalui tulisan saya banyak bekajar tentang kehidupan. Seperti halnya di Steemit. Kita bisa belajar tentang Fotography, gammer, ilmu menulis, tips kesehatan, memasak, dan lain sebagainya. kita juga menyampai pesan baik secara tersirat dan tersurat, sehingga kita bisa mempengaruhi lewat tulisan tersebut. Untuk itu, penting untuk menulis dengan muatan konten yang selalu positif, dan di Steemit adalah jawabnya. Media sosial anti main streem, yang menerangi berita HOAX, plagiarisme, dan ujaran kebencian. Dengan Steemit, setiap creator content selalu berusaha menyuguhkan kualitas dalam kapasitas passion masing-masing.
Lalu, masih mau malaskah Anda untuk menulis? Mari terus berkarya sabahat dan saling menyemangati rekan-rekan semuanya! Semoga tulisan ini bermanfaat sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya.
Taiwan, 12 Maret 2019
Rekan-rekan juga bisa membaca kisah menulis saya di sini
Menulis, Berawal dari Sebatang Ranting Kering dan Tanah Basah