MEMILIH MERANTAU bukanlah pilihan yang mudah baik yang melakukan atau pun yang ditinggalkan. Orang tua tentu akan cemas, jika yang berpamit merantau adalah seorang anak perempuan. Meski tinggal jauh dari orang tua , kami --kami kaum hawa-- akan bisa menjaga diri, dan mengurus segala kebutuhan dengan baik dan mandiri. Berkumpul dan bergaul dengan lingkungan yang tepat, akan mempengaruhi gaya hidup seseoarng di perantauan.
Jika dahulu merantau banyak didominasi kaum laki-laki, tetapi seiring kemajuan zaman, sudah bukan hal tabu lagi, kaum perempuan juga banyak yang memilih merantau baik dalam artian menuntut ilmu ataupun bekerja mencari uang. Menjadi muslimah yang tangguh dan mandiri , serta mendapat pengalaman. Banyak hal yang didapat di perantauan; baik berupa pelajaran, ilmu, kesabaran, kebahagiaan bersama sahabat sekaligus menjadi keluarga di perantauan.
Dengan merantau kaum perempuan menjadi sosok tangguh yang bisa mejaga diri dari pengaruh lingkungan dan gaya kebaratan. Namun, semua itu bisa dipatahkan. Karena banyak tumbuh menjadi sosok santun, dengan tetap menjaga adab dan budaya, serta membawa nama baik wanita Indonesia.
Merantauanya seorang muslimah adalah salah satu kegiatan yang patut diberi apresiasi . Karena RA. Kartini telah mengangkat derajat kamu perempuan melalui pendidikan dan layaknya perempuan sejajar dalam pengetahuan dan pekerjaan. Meskipun di sisi lain, kaum Hawa terkenal dengan peribadi Manja dan cengeng. Namun dengan merantau, para muslimah tumbuh menjadi perempuaj Indonesian yang cakap, cerdas, serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Serta membuat pikiran berkembang dan dapat mengimplementasikan kepada keluarag dan kerabatnya.
Ketangguhan mereka juga dibuktikan, dengan tangguh menahan rindu kepada orang tua dan keluaraga yang mereka sayangi. Mereka sanggup menahan semuanya, demi menggapai masa depan yang lebih baik.
Untuk ladiesyang di perantauan tetap semangat berkarya, dan buktikan bahwa kita bisa!