Langsung saja, caranya hanya satu: menulislah ketika kau sempat, jangan ketika sudah dituntut jadwal yang padat. Terkadang kita menemukan waktu dimana kepala kita disesaki ide-ide. Masa baik, kata kami. Atau kami punya istilah lain, "otak berpijar".
Pada masa "otak berpijar" kadang kita tidak bisa membendung ide-ide yang datang. Belum selesai digarap satu, ide lain muncul. Dialihkan perhatian, ide lain lagi datang. Masa itulah kau harus pintar-pintar menyelamatkan banjir ide yang bandang. Caranya, catat dulu semua anugerah semesta raya yang hibah ke kepalamu tersebut. Catat biasa saja semua. Sebagai "batang ide", kata kami. Catat asal-asalan, tak perlu ditulis sebaik-baiknya.
Biasanya kalau kepala sedang penuh ide, kita sulit menulis bagus dan terarah. Maka, gunakan masa itu untuk mencatat bahan saja. Kelak, ketika kau punya waktu tenang, ketika kepalamu tidak sesak dengan akal-akal, lanjutkan ide dasar itu. Rampungkan. Selesaikan satu persatu. Sungguh cara ini dapat membantu menyelamatkan hari-hari tanpa ide bagus di kepalamu.