Pertemuan memang merupakan sebuah kesempatan yang sukar untuk didapatkan dua kali. Seiring perjalanan waktu, sebuah terobosan yang membuat semuanya menjadi satu arah dan satu tujuan. Mereka yang belum pernah kita jumpai akhirnya bertemu disebuah media sosial yang baru-baru ini sedang banyak diminati oleh para penggerak di media sosial. Melalui media ini, satu demi satu saling bertemu sehingga menjalin keakraban satu sama lain. Begitu juga halnya dengan gambar abstrak ini. Sebuah gambar yang saya jumpai disebuah lokasi saat peluncuran buku yang diberi nama "Judul di Belakang". Dari judulnya kita juga bisa mengambil kesimpulan bahwa, setiap memori yang telah kita lewati menjadi sebuah pembelajaran untuk masa yang akan datang.
Gambar abstrak ini saya abadikan disebuah basecamp tempat para seniman kreatif yang saya juga baru bertemu mereka saat berkecimpung di media sosial ini. Bak sebuah khayalan, yang dulunya hanya menikmati dari berbagai sumber yang hanya bisa saya nikmati di jagad maya, kini bisa menyaksikannya langsung. Dihadapan seluruh pengunjung yang hadir, gambar-gambar dari hasil coretan anak muda kreatif terpampang diberbagai sudut tembok disalah satu tempat yang aura seninya sangat terasa apabila kita berada disini. , merupakan sebuah komunitas yang mengedepankan seni ketimbang gaya. Seni yang bisa diartikan sangat luas untuk dapat dinikmati. Semuanya dapat kita nikmati dalam sebuah wadah yang menghubungkan seluruh kreatifitas didalamnya. Bertempat di daerah Emperom, Aceh Besar. Lokasi ini juga dijadikan sebuah nama dimana para anggotanya berkumpul. Ialah Bivak Emperom, tempat para seniman kreatif berkumpul dan bisa dikatakan dari sinilah semoga sastra satire Aceh bangkit kembali.
Komunitas menjadi salah satu inspirasi besar bagi saya sendiri saat melihat langsung keakraban, kekompakan, kreatifitas yang mungkin sukar untuk didapatkan kembali di Aceh ini. Melihat para anggotanya yang sangat mengenyampingkan gaya dan lebih mengutamakan rasa persaudaraan, itu yang saya rasakan. Tidak ada perilaku seperti senior junior, apapun yang dilakukan, semua mendapat apresiasi satu sama lain. Melihat keakraban ini, menjadi sebuah penyemangat dalam diri sendiri, bahwa hidup berkomunitas jauh lebih bahagia ketimbang hanya memikirkan kepentingan pribadi. Sama halnya dengan menjadi seorang Steemian, yang dimana kita juga harus dituntut untuk lebih berinteraksi kepada orang lain. Bukan hal yang awam, namun semua media sosial memiliki kesamaan. Namun, hasil karya yang betul-betul dimiliki oleh seseorang lebih dihargai disini.
Terima kasih abang dan kakak yang telah membangkitkan semangat jiwa para anak muda yang telah lama tenggelam. Terima kasih banyak telah memberikan ide-ide kreatif dalam sebuah tulisan yang dari kebanyakan orang tau, mungkin menulis cuma sebatas menulis. Tapi perihalnya beda, semua ada makna yang terkandung didalam tulisan tersebut. Walaupun saya sendiri bukan seorang penulis, namun hal ini yang memacu semangat untuk bisa menjadi seorang penulis. Terima kasih banyak abang dan kakak dari komunitas , kalian luar biasa !!!
Para teman di Komunitas
yang sudah menjadi Steemian
Regards,
Kemal13 - KSI Chapter Banda Aceh