Kopi
Kopi secara umum adalah sebuah minuman pahit yang sering diminum untuk mengurangi bahkan menghilangkan ngantuk. Kopi awalnya ditemukan di daerah Afrika JurnalBumi lalu di populerkan oleh Bangsa Arab dan para pedagang Arab membawanya untuk diperdagangkan keseluruh Dunia.
Untuk wilayah Indonesia sendiri kopi mulai dikenal saat para pedagang Belanda membawanya ke Indonesia. Namun ada yang berbeda dengan Kopi dan ngopi di Indonesia. Ya, disini saya akan menuliskan opini saya tentang kopi dan philosopinya menurut pengalaman saya.
Aceh Negeri Seribu Warung Kopi
Aceh memang terkenal sebagai daerah dengan julukan seribu Masjid, namun beberapa dekade ini Aceh sudah mempunyai julukan baru yaitu daerah dengan seribu warung Kopi. Saat anda berkunjung ke Aceh anda akan menemukan warung kopi dimana-mana, dan rekomendasi saya bagi Anda untuk singgah untuk sekadar menyicipi ragam rasa Kopi.
Salah satu wilayah di Aceh merupakan penghasil kopi terbaik di Dunia, wilayah tersebut terletak di dataran tinggi bernama Aceh Tengah (Takengon) atau lebih populer dengan sebutan Gayo. Gayo sendiri sebenarnya adalah sebuah suku yang mendiami wilayah Dingin di Aceh bagian tengah, dengan mata pencaharian utama sebagai petani kopi.
Makna Ngopi Bagi Masyarakat Aceh
Saat berada di Aceh Anda jangan heran saat melihat hampir semua warung kopi dipenuhi oleh para pemuda dan Dewasa didalamnya. Di warung kopi (WarKop) bagi sebagian masyarakat Aceh merupakan tempat untuk menyelesaikan pekerjaan.
Seorang kontraktor bisa mendapatkan sebuah kontrak di Warkop, dan masih banyak urusan lain bisa selesai ditempat ini. Budaya ngopi tidak hanya sekedar minum air dari biji dengan rasa pahit ini, namun banyak makna didalam sebuah pertemuan bernama Ngopi ini.
Saya sendiri memaknai ngopi ini sebagai sarana untuk mendapatkan teman, menyelesaikan urusan, tempat untuk berbagi, dan paling penting seribu inspirasi akan saya dapatkan dalam ngopi ini.
Keberadaan warung kopi sebenarnya juga selalu positif bagi masyarakat, dalam hemat saya, saya melihat tidak sedikit hal-hal negatif dengan keberadaan warkop. Para kawula muda-mudi dengan mudahnya dalam tanda kutip beriteraksi dengan hal-hal negatif, dalam hal interaksi sesama manusia, akses internet, bahkan efek yang lebih besar terhadap pendidikan mereka.
[All Photos Taken With iPhone Cam]
bersambung...

