Hai steemian...
Kali ini saya mau menceritakan tentang masalah remeh yang bisa jadi boomerang steemian (newbie), bila tidak dipandu sejak awal secara rinci.
Terkadang saat kegiatan promo-steem, akan menemukan hal-hal yang lucu-lucu. Misalnya, seringnya nulis di sosmed dengan bahasa alay atau gaul ataupun terbiasa dengan kata atau kalimat yang kode yang disingkat-singkat.
Maksudnya sih ingin menulis cepat, tapi tulisan alay atau kode singkatan yang tidak umum atau tidak lazim, maka akan mempengaruhi pembacanya menjadi tidak mengerti maksud tulisan yang dibacanya.
Belum si pemandu harus pula menahan gemasnya kepada calon steemian atau steemian yang baru saja bergabung. Gemas karena gaptek, tidak pernah nulis artikel di blog, atau pun banyak pertanyaan, padahal jawaban dari pertanyaan awal di pemandu belum dimengerti hehehe.
Pernah ada peristiwa lain...
Seorang steemian baru, sudah hampir sebulan atau 3 minggu, akunnya belum juga di-approval. Sempat jenuh menunggu emailnya tidak juga ada balasan, dia ingin bikin akun baru. Tapi kebetulan saat dia ingin membuat akun baru, dia cek email. Pada akhirnya akunnya disetujui dan giranglah hatinya.
Singkatnya...
Setelah steemian baru dipandu cara memposting tulisan dan meng-upload foto, tak lupa memberikan judul dan taggar introduceyourself
Keesokan harinya, dilihatnyalah postingan awal perkenalannya itu. Wah... tambah senang lagi, karena banyak yang nge-vote dan memberikan komentar.
Memang waktu itu, ketika diberikan pengarahannya soal posting steemit amat singkat karena dalam sikon yang kurang begitu nyaman, ingin cepat-cepat saja selesai pengarahannya. Pasalnya dipandu saat mengikuti suatu acara.
Tempo hari pemandu tidak sempet diberikan penjelasan detail kapada steemian baru terkait menu-menu atau tombol dalam postingan.... saking senang postingannya banyak yang komentar, ehhh... dia inisiatif nge-flag yang memberikan komentar pada postingannya.
Dia pikir bahwa flag atau gambar bendera itu artinya "follow" atau "saya senang dgn komentar anda"
Lalu dijelaskan bahwa "tombol itu sangat kramat dan jangan ditekan/ pencet. Karena bila dipencet akan menimbulkan perang kebencian," tegas si pemandu mengarahkan.
Akhirnya si pemandu untuk mengembalikan tombol flag itu sediakala dengan pencet ulang, sehingga berwarna bening lagi.
Untung saja, akun-akun yang komen dipostingannya tidak mengetahui bahwa komentarnya di flag. Mungkin bila mereka tahu komennya di flag, bisa terjadi perang dunia ketiga hehehe...
Rujukan tentang Flag
https://steemit.com/indonesia/@iqbalsweden/tipikal-akun-akun-yang-laik-kena-flag-di-steemit
https://steemit.com/indonesia/@dsatria/jangan-sampai-kita-kena-flag
https://steemit.com/steemit/@onceuponatime/flagging-etiquette-and-practice