Sepanjang hari senja adalah sebuah hal yang terus kunanti di antara seperempat menuju magrib, senja telah memberikan makna tentang merenung dan merindu, jika senja hanya sebatas menunggu tenggelamnya sang jingga maka mereka hanya mengetahui sebatas kalimat saja, belum sempat memahaminya. Sejenak berfikir, aku adalah penikmat senja, bukan sekedar untuk menunggu jingga yang akan hilang di balik bukit, namun aku adalah penikmat senja dengan ribuan kalimat yang tergenang diantara riak pantai sore itu, angin hanya menjadi beberapa kalimat yang datang dan pergi, begitu seterusnya hingga ia lelah dan bertemu malam.
Senja telah memberikan banyak pasang mata tertegun padanya, tidak hanya indah, senja selalu menjadi tempat terbaik bagi setiap insan yang mengabadikan moment bersamanya. terlepas dari cinta atau tidak, itu hanya menjadi kisah di antara mereka.
Setidaknya aku harus menemukan celah di antara keduanya, karena semua memory yang telah tersimpan menjadi sebuah bingkisan daur ulang di kala senja pertama.
.
Banda Aceh 13 Maret 2018
Maksal mina